Gedung Bersejarah di Cimahi Terancam Rusak, TACB Desak Pemerintah Segera Lakukan Pelestarian

Salah Satu Cagar Budaya di Kota Cimahi 'Stasiun Cimahi' (Dok. Humas Pemkot Cimahi)
Salah Satu Cagar Budaya di Kota Cimahi 'Stasiun Cimahi' (Dok. Humas Pemkot Cimahi)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sejumlah bangunan bersejarah di Kota Cimahi kian memprihatinkan. Tak sedikit di antaranya mengalami perubahan bentuk dan kehilangan keasliannya. Padahal, bangunan-bangunan tua peninggalan kolonial itu menyimpan nilai sejarah yang tak ternilai dan seharusnya mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Kondisi ini mendapat sorotan dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Cimahi. Salah satu anggotanya, Mochamad Mubarok, mengungkapkan bahwa banyak bangunan tua yang kini tak lagi utuh, bahkan sebagian telah berubah bentuk.

“Beberapa bangunan tua di era kolonial di Kota Cimahi telah mengalami perubahan, seperti SMPN 1 Cimahi kini hanya memiliki dua lokal kelas yang dipertahankan keasliannya,” kata pria yang akrab disapa Mac saat dikonfirmasi via Whatsapp, Minggu (20/7/25).

Baca Juga:Bangunan Liar Cemari Sungai Cimahi, Dinas PUPR Targetkan Penertiban Termasuk Milik Dua Perusahaan BesarTragedi Longsor Padasuka, Proyek Kirmir Tuai Sorotan

Menurut Mac, dari lima bangunan kelas lama yang dulunya berdiri di SMPN 1 Cimahi, hanya dua yang masih dijaga keasliannya. Sisanya telah mengalami perubahan yang signifikan.

“Jadi tiga bangunan lainnya sudah berubah,” ujarnya.

Mac menegaskan bahwa pelestarian bangunan tua bukan sekadar mempertahankan bentuk fisik, tetapi juga menyelamatkan identitas sejarah dan budaya Kota Cimahi.

“Maka salah satu tujuan kita untuk menjadikan SMPN 1 jadi cagar budaya adalah untuk menyelamatkan keberadaan bangunan cagar budaya yang memang masih ada,” ucapnya.

Lebih jauh, ia menjelaskan pentingnya nilai sejarah yang terkandung di balik bangunan-bangunan peninggalan kolonial tersebut. Salah satu contohnya adalah kawasan Garnisun Cimahi yang dibangun sejak 1896.

“Garnisun Cimahi itu 1896. Nah, menurut bangunan yang berada di sini, di jejeran jalan dulu itu namanya kan Juliana Pakwe, dan itu merupakan bangunan yang generasi awal, bangunan rumah dinas zaman Garnisun,” jelasnya.

Ia juga menyebut bahwa kekhasan arsitektur bangunan-bangunan tersebut tidak ditemukan di kota lain. Gaya desainnya bahkan mengusung tiga nuansa klasik yang sangat kuat.

“Jadi di tempat lain nggak ada nih. Ini cuma di sini aja ada, dengan mengusung tema romantiknya itu kuat banget, gaya arsitektur pun dengan tiga nuansa klasik,” ungkapnya.

Baca Juga:Misteri Kematian Diplomat Muda di Kosan: Wajah Dililit Lakban, Pengamat Sebut Ada Unsur Simbolik dan Pesan PsikisPemkot Bandung Tegaskan Komitmen, Tak Boleh Ada Anak Putus Sekolah

Mac berharap agar upaya pelestarian bangunan tua dan bersejarah di Cimahi tidak berhenti. Menurutnya, langkah nyata dari pemerintah sangat dibutuhkan agar warisan sejarah tersebut tidak hilang ditelan zaman.

0 Komentar