JABAR EKSPRES – Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) mengungkapkan kekhawatiran serius terhadap berbagai pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di Suwayda, Suriah.
Dalam pernyataan resmi pada Jumat (18/7), OHCHR mengonfirmasi adanya laporan kredibel terkait insiden eksekusi, penculikan, perusakan properti pribadi, dan penjarahan rumah warga di wilayah tersebut.
Menurut pernyataan dari OHCHR, laporan-laporan yang diterima menunjukkan bahwa pelanggaran ini dilakukan oleh sejumlah aktor, termasuk oknum dari pasukan keamanan, individu yang bekerja sama dengan otoritas sementara, serta kelompok bersenjata lokal seperti Druze dan Bedouin.
Baca Juga:Manny Pacquiao Resmi Kembali ke Ring Tinju di Usia 46 Tahun8 Rekomendasi Merk Smartwatch Wanita Terbaik 2025
“Berbagai laporan kredibel yang telah diterima oleh Kantor Hak Asasi Manusia PBB mengindikasikan adanya pelanggaran dan perlakuan kejam, seperti eksekusi dan pembunuhan sewenang-wenang, penculikan, perusakan properti pribadi serta penjarahan rumah,” tulis pernyataan tersebut.
Lembaga tersebut menekankan pentingnya akuntabilitas dan menyerukan agar otoritas interim Suriah mengambil langkah untuk mempertanggungjawabkan para pelaku atas kekerasan dan pembunuhan yang terjadi di kota itu.
Menanggapi situasi yang memanas, pemerintah Suriah dilaporkan telah menarik pasukannya dari wilayah Suwayda. Langkah ini disebut sebagai upaya untuk meredam ketegangan dan mencegah konflik yang lebih besar.
Menurut laporan dari media lokal pada hari yang sama, penarikan pasukan tersebut merupakan bagian dari respons atas mediasi yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan sejumlah negara Arab.
Kantor berita resmi Suriah, SANA, melaporkan bahwa keputusan penarikan ini juga mencerminkan komitmen pemerintah Suriah untuk menghindari eskalasi lebih lanjut serta menjaga stabilitas di kawasan.
SUMBER: ANTARA
