Waspada Beras Oplosan! Tim Gabungan Sidak Toko Modern di Banjar

Petugas dari Bidang Perdagangan Kota Banjar mengecek beras kemasaran di salah satu toko modern. Pengecekean dilakukan untuk memastikan beras bebas dari praktik oplosan. (Cecep Herdi/Cecep Herdi)
Petugas dari Bidang Perdagangan Kota Banjar mengecek beras kemasaran di salah satu toko modern. Pengecekean dilakukan untuk memastikan beras bebas dari praktik oplosan. (Cecep Herdi/Cecep Herdi)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kewaspadaan terhadap peredaran beras kemasan berkualitas rendah atau oplosan mendorong Tim Gabungan dari Polres Kota Banjar, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (KUKMP), serta Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Banjar melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah toko modern dan swalayan.

Operasi ini merupakan respon proaktif atas temuan dan pengumuman Satgas Pangan Polri beberapa waktu lalu yang mengindikasikan pelanggaran mutu dan takaran pada kemasan beras isi 5 kilogram dari produsen tertentu.

Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas KUKMP Kota Banjar, Riyanti Savitri, menegaskan bahwa sidak ini difokuskan pada merek merek spesifik yang telah diidentifikasi oleh Satgas Pangan Polri sebagai produk yang perlu diwaspadai.

Baca Juga:Korupsi Lab Covid, Jeje Ritchie Pastikan Pemerintah Tak Beri Perlindungan HukumAsesmen Selesai! Rotasi Pejabat KBB Masih Tunggu Lampu Hijau Bupati

Beberapa produsen dan merek yang menjadi perhatian tersebut meliputi Wilmar Group dengan produk beras Sovia Fortune, PT Food Station Tjipinang Jaya dengan produk beras Alfamidi Setra Pulen, PT Belitang Panen Raya, serta PT Sentosa Utama Lestari atau Japfa Group Ayana.

“Kami melakukan pengecekan menyeluruh di beberapa swalayan terkemuka di Kota Banjar. Hasilnya, secara kuantitas atau takaran, alhamdulillah semua kemasan beras yang kami periksa sudah sesuai dengan yang tertera pada label,” jelas Riyanti saat dikonfirmasi, Jumat (18/7/2025).

Menurutnya, sidak yang dilaksanakan secara serentak ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah bersama aparat keamanan dalam menjaga stabilitas pasar dan melindungi hak-hak konsumen, khususnya terkait komoditas pangan pokok seperti beras.

“Tindakan ini tidak hanya bertujuan untuk mengantisipasi peredaran produk bermasalah yang mungkin menyusup ke pasar lokal, tetapi juga memberikan efek jera dan peringatan kepada pelaku usaha agar senantiasa menjunjung tinggi standar mutu dan kejujuran dalam berbisnis,” katanya.

Pernyataan serupa disampaikan oleh Isma, Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Kota Banjar. Ia menyatakan bahwa berdasarkan pengamatan visual langsung oleh petugas tim gabungan, kualitas beras premium yang beredar di swalayan dan toko modern yang disidak menunjukkan kondisi yang baik.

“Secara kasat mata, beras-beras yang diperiksa ini tampak aman. Kami tidak menemukan indikasi yang mengarah pada praktik beras oplosan. Dengan demikian, berdasarkan pemeriksaan visual ini, beras tersebut layak dan aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat,” papar Isma, menambahkan lapisan keyakinan atas temuan awal tim.

0 Komentar