JABAR EKSPRES – Mantan juara kelas berat UFC, Jon Jones, menyatakan keinginannya untuk menghadapi siapa pun yang memegang gelar juara saat Ultimate Fighting Championship (UFC) digelar di Gedung Putih, Amerika Serikat.
“Saya ingin menghadapi siapapun yang memegang sabuk juara pada akhir tahun ini,” ujar Jones dalam wawancara dengan Joy of Everything melalui TikTok, seperti dikutip dari Jakarta, Kamis.
Sebelumnya, Jones sempat mengumumkan pensiun dari UFC, yang kemudian membuat Tom Aspinall dinobatkan sebagai juara kelas berat tak terbantahkan. Namun, tak lama setelah Presiden AS Donald Trump mengungkapkan rencana untuk mengadakan UFC di Gedung Putih, Jones memutuskan untuk kembali bertarung.
Baca Juga:AS Desak Israel dan Suriah Tarik Pasukan dari Selatan Suriah untuk Redam KeteganganVivo iQOO Z10 5G, Hp Tangguh Punya Performa Andal
Petarung asal Amerika Serikat itu menyatakan bahwa kehadiran UFC di Gedung Putih menjadi motivasi utamanya untuk kembali ke arena pertarungan. Ia menganggap momen tersebut sangat tepat bagi dirinya sebagai petarung asal AS untuk memperebutkan sabuk juara di tanah kelahirannya.
“Saat ini, juara kelas berat UFC adalah Tom Aspinall, namun masih harus dilihat siapa yang akan menjadi juara pada akhir tahun nanti,” ucapnya.
Sebagai bagian dari persiapan comeback-nya, Jones telah mendaftarkan diri kembali dalam program anti-doping UFC. CEO UFC Dana White juga mengonfirmasi bahwa Jones telah kembali mengikuti proses uji doping sebagai langkah awal untuk kembali berlaga.
Jones mengaku bahwa rencana penyelenggaraan UFC di Gedung Putih jauh lebih memotivasi dirinya daripada mencari lawan tertentu. Ia pun mengisyaratkan kemungkinan besar akan tampil dalam ajang bergengsi tersebut.
“Saya rasa ini (UFC Gedung Putih) menarik. Sangat menarik. Saya tidak bisa menjanjikan apapun, namun saya memiliki perasaan yang sangat kuat bahwa saya akan berada di kartu tersebut,” katanya.
Jones, yang dikenal dengan julukan “Bones”, memandang bahwa UFC di Gedung Putih akan menjadi salah satu ajang paling ikonik dalam sejarah olahraga bela diri. Ia bahkan membandingkannya dengan pertarungan legendaris seperti Thrilla in Manila dan Rumble in the Jungle.
