Masih Marak PKL Liar, Pemkot Bandung Klaim Sentra Kuliner Bisa Jadi Salah Satu Solusi

Siswa SMP membeli jajanan di PKL di Jalan Taman Pramuka, Kota Bandung, Rabu (16/7). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Siswa SMP membeli jajanan di PKL di Jalan Taman Pramuka, Kota Bandung, Rabu (16/7). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES  – Pedagang kaki lima (PKL) liar yang kerap menjamur di bahu jalan Kota Bandung, dalam waktu dekat bakal mendapatkan perhatian lebih melalui program 30 sentra kuliner di setiap kecamatan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung, Budhi Rukmana, menyebut, wacana yang merupakan program prioritas atau janji politik Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan itu, diharapkan sebagai bentuk dukungan pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

Dirinya pun tidak menampik bahwa program tersebut mampu menjawab masalah menjamurnya PKL liar di sudut-sudut Kota Bandung.

Baca Juga:Cari Keadilan! Warga Terdampak Proyek Tol Cisumdawu Pernah Diintimidasi hingga Audiensi di Kementerian dan Pemda SumedangKeseruan JKT48 Bareng Shopee di Video Musik ‘Lebih Hemat, Lebih Cepat’ Terbaru!

“Betul karena di setiap kecamatan ada sentra. Nanti digiring ke sana,” kata Budhi saat dikonfirmasi Jabar Ekspres, Rabu (16/7).

“Kami akan coba supaya mereka berkembang, targetnya tidak hanya di sana. Mereka harus mampu berdiri sendiri tidak berjualan di jalan, tapi punya tempat yang tetap. Nanti kita dampingi, edukasi, bantu permodalan, sehingga bisa establish hingga tidak disebut lagi PKL,” imbuhnya.

Menurutnya, Bandung sebagai kota kreatif dan kuliner harus mampu memanfaatkan momentum ini untuk menata dan memberdayakan pelaku usaha makanan dan minuman.

“Sentra kuliner ini bukan sekadar tempat jualan, tapi ruang usaha yang strategis, bersih, higienis, dan aman. Harapannya, UMKM bisa berkembang lebih pesat dan menjadi bagian dari wajah wisata kota Bandung,” kata Budhi.

Dia menyebut, pertumbuhan kuliner selama ini sering tidak dibarengi dengan penataan lokasi yang baik. Akibatnya, banyak pedagang yang tidak teratur, fasilitas minim, bahkan mengganggu ketertiban umum.

Lantas Budhi mengungkapkan, FGD yang sempat dilakukan menjadi forum untuk menggali kebutuhan nyata pelaku usaha di lapangan, serta merumuskan desain pengelolaan sentra kuliner yang sesuai karakteristik wilayah.

“Jadi nanti di setiap kecamatan ada satu titik lokasi bagi para pelaku usaha. Bakal kesulitan tiap kecamatan perihal lahan, tapi paling tidak kami akan coba bertahap dan dipastikan sentra kuliner ini terwujud di Kota Bandung,” ungkapnya.

Baca Juga:Trump Turunkan Tarif untuk Indonesia Jadi 19 Persen, Lebih Rendah Dibandingkan Malaysia Warga Mekarsari Minta Kepastian Pembebasan Lahan Perluasan Kantor Pemda KBB

“Sentra kuliner hadir untuk menjawab masalah-masalah itu. Kami ingin UMKM punya tempat usaha yang layak, mudah diakses, dan mendukung pengembangan bisnis jangka panjang,” pungkasnya.

0 Komentar