Soal Angkot Pintar, Erwin: Akan Gandeng Pengusaha Angkot Eksisting, Supir Diangkat Jadi Pegawai

Soal Angkot Pintar, Erwin: Akan Gandeng Pengusaha Angkot Eksisting, Supir Diangkat Jadi Pegawai
Soal Angkot Pintar, Erwin: Akan Gandeng Pengusaha Angkot Eksisting, Supir Diangkat Jadi Pegawai
0 Komentar

JABAR EKSPRES- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah menyiapkan transformasi moda transportasi publik melalui pengembangan angkot pintar yang akan terintegrasi dengan sistem Bus Rapid Transit (BRT).

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, memastikan bahwa program ini tidak akan meninggalkan para pengusaha dan pengemudi angkot yang sudah eksisting, tetapi justru akan menggandeng mereka dalam sistem yang lebih modern dan tertata.

Erwin mengatakan, bahwa angkot pintar nantinya akan masuk hingga ke pelosok-pelosok kota yang sulit dijangkau kendaraan besar, termasuk ke kawasan sekolah yang tak terlintasi angkutan umum.

Baca Juga:Hadapi Dakwaan, Dadang Kalyubi Sewa 7 PengacaraSesar Lembang Circle: Narasi, Mitigasi, dan Kolaborasi Hadapi Ancaman Nyata Bandung

“Kalau nanti ada angkot-angkot pintar ini, angkot utama ini, insya Allah akan terintegrasi dengan bis, dengan bus yang sekarang BRT. Tentunya nanti akan masuk ke pelosok-pelosok yang ada di sekolah,” ujar Erwin, Selasa (15/7).

Erwin mengakui bahwa karakteristik wilayah Bandung berbeda dengan kota besar lain seperti Jakarta. Karena itu, ia menilai solusi angkot pintar ini cocok untuk mengurai kemacetan serta menjangkau area permukiman yang padat dan sempit.

“Karena kalau uraian (lalu lintas) di Bandung susah, beda sama Jakarta gitu. Jadi solusinya itu menurut saya, termasuk juga jangan parkir di on the street,” tambahnya.

Menjawab pertanyaan soal keterlibatan pengusaha dan pengemudi angkot, Erwin menegaskan bahwa Pemkot Bandung tidak akan menghapus sistem lama begitu saja. Justru, sopir-sopir angkot saat ini akan direkrut untuk menjadi sopir angkot pintar dengan sistem kerja yang lebih tertata dan modern.

“Supir-supir angkot yang sekarang ini, kita ambil untuk menjadi sopir angkot pintar itu. Kita gaji, pakai sistem cashless semua, angkotnya ada AC-nya,” jelas Erwin.

Selain sistem pembayaran yang terintegrasi secara digital, Erwin menambahkan bahwa armada angkot juga akan diperbarui. Ke depannya, tidak ada lagi angkot yang ngetem sembarangan karena jadwal operasional akan diatur secara ketat dalam sistem.

“Akan diganti angkot-angkot ini. Karena nanti itu tidak ada lagi ngetem sembarangan. Angkot ini cuma ngetem waktu, hanya beberapa menit, langsung berangkat. Jadi sudah terkontrol seperti itu,” ujarnya.

Baca Juga:PGN Tangguh Hadapi Gejolak Global, Fokus Domestik Jadi Pilar Ketahanan BisnisWarga Protes Penutupan Akses Ciroyom–Arjuna, Minta Jembatan Penyeberangan Segera Dibangun

Transformasi ini, kata Erwin, merupakan bagian dari inovasi bertahap yang dilakukan Pemkot Bandung dalam upaya mengurangi kemacetan, banjir, dan meningkatkan kualitas hidup warga kota.

0 Komentar