“Kita lagi berinovasi lah, supaya bagaimana banjir, bagaimana kemacetan, bagaimana Kota Bandung ini bisa kita selesaikan, tapi step by step tentunya,” ucapnya.
Tak hanya sopir, pengusaha angkot pun akan tetap dilibatkan dalam sistem baru ini. Erwin memastikan bahwa Pemkot Bandung membuka ruang kolaborasi agar transisi menuju sistem angkot pintar bisa berjalan lancar dan inklusif.
Program angkot pintar ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Bandung untuk menghadirkan transportasi publik yang nyaman, efisien, dan ramah lingkungan, serta tetap memberikan ruang bagi pelaku transportasi lokal untuk berkembang dalam ekosistem baru. (Dam)
