Dera Kinarya Kembali Gelar Pasanggiri Jaipongan Se Jawa Barat, DKI dan Banten

Pasanggiri Jaipongan Tingkat Jawa Barat, DKI dan Banten akan digelar pada 19 – 20 Juli di Padepokan Mayang Sunda Kota Bandung.
Pasanggiri Jaipongan Tingkat Jawa Barat, DKI dan Banten akan digelar pada 19 – 20 Juli di Padepokan Mayang Sunda Kota Bandung.
0 Komentar

JABAREKSPRES – Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-18, Pasanggiri Jaipongan Tingkat Jawa Barat, DKI dan Banten akan digelar pada 19 – 20 Juli di Padepokan Mayang Sunda Kota Bandung.

Ketua Pelaksana Lomba Pasanggiri Jaipongan dari Yayasan Seni Budaya Dera Kinarya Dede Wahyudin mengatakan, kegiatan ini akan diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai sanggar.

‘’Jumlahnya mencapai 530 peserta dari 90 sanggar dan akan menampilkan 10 katagori lomba,’’ ujar Dede dalam keterangannya, Selasa, (15/072025).

Baca Juga:Oknum Anggota Brimob yang Lakukan Penipuan QRIS Palsu jadi DPO, Kok Bisa?Telkom University Kolaborasi dengan Kemendikdasmen untuk Berikan Pemahaman Coding dan AI Kepada Para Guru

Menurutnya, pada lomba kali ini untuk tiap kategori para peserta dibebaskan untuk menampilkan berbagai lagu tarian Jaipong. Hal ini bertujuan untuk memacu kreatifitas dari para pelatih atau koreografer.

Pada lomba Pasagiri Jaipongan kali ini terbilang agak berbeda. Sebab pada salah satu kategori akan menampilkan peserta laki-laki dan duet berpasangan.

‘’Katergori ini jarang dilombakan dan harapannya dalam lomba ini para peserta akan menampilkan karya terbaik untuk tampil dihadapan dewan juri,’’ ungkap pap Deway sapaan akrabnya.

Teknis Penjurian Pasanggiri Jaipongan

Sementara itu salah satu perwakilan Dewan Juri Tatang Taryana MSn mengatakan, kegiatan lomba ini sangat baik dan patut mendapat dukungan.

Menurutnya, dengan diadakan lomba Pasanggiri Jaipongan, kreativitas dari tiap sanggar tari akan terus muncul dan berkembang.

‘’Para peserta akan menampilkan berbagai krativitas dari buah karya para koreografer dan ini tentunya sangat baik untuk perkembangan seni tari Jaipong,’’ ucapnya.

Selain itu, pihak penyelenggara juga sudah melaksanakan workshop yang untuk lomba ini. Tujuannya agar dalam pelaksanaan lomba sesuai dengan kaidah atau aturan penjurian dalam lomba.

Baca Juga:Provinsi Jawa Barat akan mengawali jadi pelopor dalam membudidayakan tanaman bambu yang banyak memiliki manfaat.Sidang Praperadilan Direktur PT Kulit Kayu Ditunda, Polres Cimahi Berhalangan Hadir

Untuk penjurian sebetulnya penilainnya akan fokus pada penampilan yang berpatokan pada Wiraga, Wirahma dan Wirasa. Artinya setiap peserta harus bisa menampilkan tarian Jaipong sesuai dengan lagu yang dibawakan.

‘’Penampilan, kreatifitas dari gerakan, dan penghayatan lagu, semuanya masuk dalam penilaian juri untuk para peserta,’’ ujar Dosen Seni Tari dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) itu.

Dewan juri akan melihat secara obyektif dari penampilan tiap peserta. Sehingga harus menampilkan kreatifitas sesuai dengan tema lagu yang dibawakan.

‘’Jadi harapannya para peserta dan koreografer dapat memberikan penampilan terbaik dalam lomba kali ini,’’ pungkas Tatang. (yan).

0 Komentar