Kegagalan Toyota Nav1 bisa disebut karena kalah bersaing dengan sesama Toyota, yakni Innova. Bagaimana tidak, Nav 1 yang seharusnya menjadi mobil mewah andalan Toyota, malah tersingkirkan karena pengguna lebih memilih Innova yang memiliki mesin lebih ampuh, meski body Nav 1 sudah didesain sangat mewah dengan pintu geser dan kabin yang super luas.
Namun ada juga yang menyebut body Nav 1 lebih mirip Luxio modifan padahal harganya nyaris Rp400 jutaan. Kelemahan lain dari Nav 1 selain mesinnya yang kurang ampuh, juga bumpernya yang terlalu rendah, sehingga tidak direkomendasikan pada medan-medan yang sulit.
Toyota Nav 1 yang dirilis apda 2012, harus di hentikan produksinya apda 2016 karena minimnya minat masyrakat, sehingga mobil yang satu ini disebut sebagai produk gagal Toyota.
Baca Juga:Jam Berapa Drakor Head Over Heels Episode 7 Tayang Malam ini? Bisakah Seong-A Mengalahkan Roh Jahat yang Merasuki Gyeon-uSampai Kapan Razia Operasi Patuh 2025 Berlangsung? Cek Jadwal dan Sasarannya di Sini
3. Toyota C-HR
Produk satu ini diciptakan untuk membendung pesaingnya Honda HR-V. Toyota merilis Toyota C-HR pada 2018 dengan harapan menjadi kebanggan karena kecanggihannya.
Mobil ini diakui lebih canggih di bandingkan HR-V, karena menjadi produk Toyota pertama di Indonesia yang memakai platform TNGA (Toyota New Global Architecture).
Suspensinya juga sudah independen, punya beragam sensor yang bakal membikin HR-V minder berat, dan punya mesin 1800cc terbuas yang pernah dibuat Toyota.
Intinya, Toyota C-HR sangat bagus di atas brosur. Sayangnya, harga mobil ini terbilangs angat mahal, yakni mencapai 490 juta.
Sangat jauh dibandingkan pesaingnya HR-V tipe Prestige 1.8L yang termahal hanya 395 juta. Selisih nyaris seratus juta adalah selisih yang bukan main banyaknya.
Apalagi C-HR adalah crossover, bukan SUV. Konsumen sejati Toyota bakal rela ngeluarin setengah miliar buat menebus Fortuner, tetapi mereka bakal pikir-pikir ribuan kali untuk menebus sebiji crossover di rentang harga yang sama.
Namun, mobil ini belum dihentikan penjualannya. Bahkan seri terbarunya C-HR yang jauh lebih canggih harganya mencapai 567 juta rupiah on the road.
4. Toyota Sienta
Yang terakhir ada Toyota Sienta, banyak yang disebut sebagai penyebab Sienta disebut sebagai produk gagal. setidaknya ada 3 hal yakni :
1. Desain Sienta Dinilai menyalahi tradisi Toyota.
Baca Juga:MPLS Tanpa Tas Karung, Aksesoris Kepala Aneh dan Atribut Ribet, Jika Ada Temuan Segera Lapor ke SiniMain Aplikasi ERC Langsung Dapat Cahsback Rp50.000 Saldo Gratis, Apakah Benar Aman?
Desain Sienta juga disebut sangat tidak mencerminkan produk Toyota, tampilan depannya terkesan sangar sangat berbeda dengan kesan dari Toyota yang lembut dan ramah.
