JABAR EKSPRES – Kepulangan 171 jemaah haji Kloter Jemaah Terakhir (KJT) 28 asal Kota Cimahi pada Jumat 12 Juli 2025 membawa rasa syukur sekaligus cerita pahit.
Meskipun seluruh jemaah tiba dalam keadaan selamat dan lengkap, berbagai kendala dalam pelaksanaan ibadah haji masih membekas di benak para jemaah.
Walaupun telah tiba kembali di tanah air dalam kondisi lengkap, selamat, dan sehat, Meski demikian, kepulangan mereka menyisakan sejumlah catatan penting, terutama terkait persoalan akomodasi dan fasilitas selama pelaksanaan ibadah haji.
Baca Juga:Viral! Ridwan Kamil Protes Pesawat Delay di Bandara I Gusti Ngurah Rai BaliPerbasi Jabar Targetkan Emas Meski Infrastruktur Basket Daerah Masih Memprihatinkan
Beberapa jemaah mengaku menghadapi berbagai kendala saat berada di Tanah Suci. Mulai dari keterlambatan akomodasi hingga tidak mendapat tenda, menjadi keluhan yang disampaikan para jemaah. Kekacauan ini dirasakan betul oleh Rini, salah satu jemaah yang ikut dalam Kloter 28.
“Saya sangat bersyukur bisa kembali ke tanah air. Tapi memang, kondisi di sana sangat kacau. Banyak kendala yang dihadapi para jemaah, terutama yang bersama dengan saya,” ungkap Rini saat ditemui usai kepulangan haji, Sabtu (12/7/2025).
Rini menjelaskan, sejumlah jemaah bahkan sempat terlantar karena diturunkan di hotel yang tidak memiliki nama dan identitas jelas. Kondisi ini membuat sebagian jemaah merasa diabaikan, bahkan sempat nyaris terusir lantaran tidak kebagian tenda untuk beristirahat.
“Sungguh tak menyangka ya, saya beserta jemaah lainnya bisa kembali dengan selamat, mengingat kekacauan yang terjadi di sana,” tuturnya penuh haru.
Sementara itu, Asisten II Kota Cimahi, Budi Raharja, turut menyambut kedatangan jemaah Kloter 28 yang merupakan kloter kedua asal Cimahi.
Budi mengucapkan selamat datang dan berharap para jemaah menjadi haji yang mabrur dan mabruroh.
“Alhamdulillah mereka tiba dengan selamat dan lengkap. Semoga menjadi haji mabrur dan mabruroh,” ujarnya.
Baca Juga:Kerap Meresahkan Masyarakat, Polisi akan Tindak Tegas Kelompok Bermotor di Bandung Ketua Perbasi Cimahi Resmi Dilantik, Targetkan Tembus 10 Besar Basket Jabar
Budi tidak menampik adanya kendala dalam proses pelaksanaan ibadah haji, terutama yang menyangkut masalah akomodasi dan penginapan.
“Memang ada sedikit kendala saat para jemaah menjalankan ibadah, terutama terkait akomodasi dan penginapan,” ungkapnya.
Lebih jauh, Budi menyampaikan, berdasarkan laporan dari para petugas haji, pelaksanaan haji tahun ini perlu dievaluasi secara menyeluruh. Hal ini mengingat penyelenggaraan haji tahun depan tidak lagi berada di bawah Kementerian Agama, melainkan akan dikelola oleh Badan Penyelenggara Haji.
