Mengapa pajaknya mahal? Karena nilai pajak ditentukan berdasarkan harga dasar kendaraan. Semakin mahal harga mobil, semakin besar pula pajaknya. Ditambah lagi ada biaya-biaya tambahan seperti SWDKLLJ, PNBP, dan lain-lain, yang membuat total pembayaran pajak tahunan menjadi lebih tinggi.
Menariknya, banyak orang lupa mempertimbangkan hal-hal penting sebelum membeli mobil baru. Akibatnya, tidak sedikit pemilik mobil baru yang sudah menunggak pajak di tahun kedua kepemilikan. Ini menunjukkan bahwa ada biaya-biaya berkelanjutan yang seringkali diabaikan.
Mobil Baru dan Ilusi Naik Kelas
Salah satu alasan umum orang membeli mobil baru adalah demi “naik kelas”. Misalnya, Anda memiliki anggaran sekitar Rp170 juta. Dengan dana sebesar itu, Anda hanya bisa membeli Toyota Sigra tipe matic secara baru.
Baca Juga:Bukan Listrik, Mobil Masa Depan Toyota Berjalan dengan Air Tanpa PolusiJangan Beli Starlink Sebelum Mengetahui 5 Hal Penting Ini
Namun di pasar mobil bekas, Rp170 juta bisa memberi Anda lebih banyak pilihan menarik, dengan usia kendaraan maksimal 5 tahun.
Contohnya, Mitsubishi Xpander tahun 2019, yang bisa didapat mulai dari Rp170 jutaan. Nissan Livina atau Honda BR-V dengan harga lebih murah. Bahkan pilihan seperti Toyota Rush, Daihatsu Terios, atau Grand Avanza juga tersedia dalam kisaran harga tersebut.
Semua opsi ini secara fitur, performa, dan kenyamanan masih lebih unggul dibandingkan mobil LCGC baru.
Mobil Bukan Investasi
Banyak pakar keuangan menyarankan untuk tidak membeli mobil baru, terutama bagi yang belum memiliki kebebasan finansial. Mengapa?
Karena sisa uang dari anggaran mobil bisa digunakan sebagai modal usaha atau investasi.
Contohnya, jika Anda memiliki anggaran Rp250 juta, lalu membeli mobil bekas seharga Rp100 juta, maka masih ada sisa Rp150 juta yang bisa dialokasikan untuk:
- Membuka usaha baru
- Berinvestasi di saham atau reksa dana
- Menabung atau membangun dana darurat
Pada dasarnya, mobil bukanlah aset yang nilainya naik, melainkan akan terus mengalami depresiasi. Maka, memaksimalkan dana yang dimiliki untuk hal yang lebih produktif adalah keputusan bijak.
Lalu, Seberapa Penting Mobil Baru?
Jawabannya adalah, penting tapi tidak terlalu penting.
Baca Juga:FT Group Jalankan Modus Penipuan Investasi Berkedok Aplikasi Penghasil Uang9 Tersangka Kasus Korupsi Pertamina Lengkap dengan Perannya, Negara Rugi Besar!
Mobil baru penting hanya bagi mereka yang tidak ingin repot, yang menginginkan kenyamanan tanpa risiko kerusakan atau kerepotan servis.
