Cimindi Kembali Terendam Banjir, Warga Geram Gorong-Gorong Tak Kunjung Diperbaiki

Warga Cimindi saat Sedang Membersihkan Jalan Usai Banjir (mong)
Warga Cimindi saat Sedang Membersihkan Jalan Usai Banjir (mong)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Hujan deras yang mengguyur pada Rabu malam (2/7/2025) kembali menyebabkan banjir di kawasan Cimindi, tepatnya di Jalan Jenderal Haji Amir Machmud yang menjadi perbatasan antara Kota Cimahi dan Kota Bandung.

Akibatnya, arus lalu lintas dari arah Alun-alun Cimahi menuju Kota Bandung sempat lumpuh total karena tingginya genangan air.

Tak hanya melumpuhkan lalu lintas, banjir juga merendam jalanan di Perumahan Graha Indah, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung. Warga yang tinggal di perumahan tersebut terpaksa berjibaku membersihkan lumpur dan sampah pascabanjir yang masih menumpuk di sejumlah titik, termasuk di area kios dan akses utama menuju pemukiman.

Baca Juga:Pegawai Kemendagri Tewas Tertimbun Longsor Saat Memancing di MegamendungMenteri Lingkungan Hidup Minta Bupati Bogor Susun Kajian Lingkungan di Megamendung

Pantauan di lapangan pada, sejumlah pemilik kios di sepanjang Jalan Jenderal Amir Machmud terlihat sibuk membersihkan sisa lumpur yang masuk ke dalam kios mereka.

“Iya, banjir tadi malam sekitar jam delapan lewat. Ini lumpur semua masuk ke kios, Itu di Jalan Amir Machmud masih banyak lumpur,” ujar Fauziah, salah satu pemilik kios di kawasan tersebut, Selasa (8/7/25).

Fauziah juga menegaskan bahwa banjir di kawasan Cimindi sudah menjadi peristiwa langganan.

“Tahun ini saja sudah tiga kali banjir,” katanya.

Senada dengan Fauziah, Safrin, pemilik kios lainnya, menyebut banjir terjadi hampir setiap tahun dan selalu datang dari arah atas.

“Jam setengah sembilan semalam, tiap tahun pasti banjir. Ini buangan air dari atas gede. Semalam airnya sampai sedengkul,” tutur Safrin.

Sementara itu, di Perumahan Graha Indah, sejumlah petugas keamanan terlihat mengeruk lumpur yang menghalangi akses kendaraan.

“Lumpurnya tebal, sekitar 15 sentimeter. Kami keruk supaya kendaraan bisa masuk,” ungkap Muhamad Dede Jaenudin (48), petugas keamanan perumahan. Dede mengungkapkan bahwa banjir berasal dari luapan sungai yang melintasi perumahan.

Baca Juga:PGN Dorong Digitalisasi Petani Karet Pagardewa, Pencatatan Hasil Panen Karet Makin Praktis dan AkuratJalan Rusak di Cikahuripan Jadi Sorotan, DPRD Sumedang Desak Percepatan Perbaikan: Jangan Tunggu Ada Korban Lagi!

Menurutnya, salah satu penyebab utama banjir adalah kecilnya kapasitas gorong-gorong yang berada di bawah Jalan Jenderal Haji Amir Machmud.

“Kalau perkiraan saya, karena gorong-gorong saluran air terlalu kecil, tidak bisa menampung debit air saat hujan deras. Akhirnya air balik dan meluap ke jalan, termasuk akses warga Graha Indah,” jelasnya.

0 Komentar