Dede menyebut banjir pada Rabu malam itu termasuk yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir, dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter.
“Ini banjir tahunan. Setahun bisa dua kali. Biasanya di akhir tahun, November atau Desember. Tapi sekarang baru Juli sudah banjir. Tadi malam airnya sekitar 1 sampai 2 meter. Di sini seperti jadi kolam penampungan air, padahal ini perumahan,” ujarnya prihatin.
Ia menjelaskan bahwa sungai yang mengalir di sekitar perumahan menerima limpahan air dari berbagai wilayah di atas, seperti Setraduta, Aruman, Sariwangi, dan Babakan Loa. Meskipun tembok pembatas sungai sudah dibangun cukup tinggi, gorong-gorong yang sempit tetap menjadi titik lemah.
Baca Juga:Pegawai Kemendagri Tewas Tertimbun Longsor Saat Memancing di MegamendungMenteri Lingkungan Hidup Minta Bupati Bogor Susun Kajian Lingkungan di Megamendung
“Aliran air dari atas deras banget. Sungainya lumayan besar, tapi gorong-gorongnya tidak sanggup menampung. Jadi airnya balik dan meluap ke pemukiman,” tegasnya.
Dede pun berharap ada perhatian serius dari instansi pemerintah, khususnya Pemerintah Kota Bandung, untuk segera melakukan perbaikan.
“Instansi pemerintah, terutama Kota Bandung, tolong perhatikan warga Kompleks Graha Indah. Banjir ini sudah bertahun-tahun. Kasihan warga. Kalau bisa, gorong-gorong dibetulkan. Itu salah satu solusi,” pungkasnya. (Mong)
