“Saya selalu mengatakan bahwa ini hanya tentang keyakinan pada diri sendiri. Tidak masalah bahwa Anda kalah satu set,” lanjutnya.
Petenis berusia 22 tahun itu menambahkan bahwa break yang ia raih pada gim kedelapan set kedua menjadi titik balik pertandingan. Setelah itu, ia mulai merasa lebih nyaman, tenang, dan mampu berpikir lebih jernih dalam mengatur strategi.
“Saya selalu mengatakan bahwa ini hanya tentang keyakinan pada diri sendiri. Tidak masalah bahwa Anda kalah satu set,” katanya.
Baca Juga:Presiden Lula Kecam Lonjakan Belanja Militer Global dan Serukan Prioritas PerdamaianStreet Boxing Event 2025: Ajang Bina Mental dan Fisik Pemuda Jawa Tengah
“Break yang saya lakukan pada set kedua mengubah segalanya, dan saya mulai merasa lebih nyaman dan tenang, dan saya berpikir lebih jernih.” tambahnya.
Dengan kemenangan ini, Alcaraz mencatatkan rekor head-to-head menjadi 3-1 atas Rublev, dan memperpanjang tren positifnya dengan meraih delapan kemenangan beruntun melawan petenis peringkat 20 besar. Secara keseluruhan, ia kini mengoleksi rekor 23 kemenangan dan 9 kekalahan saat menghadapi petenis Top 20 di turnamen Grand Slam.
Alcaraz pun semakin mempertegas statusnya sebagai kandidat kuat juara Wimbledon 2025, sekaligus mempertahankan reputasinya sebagai salah satu petenis muda terbaik di dunia saat ini.*
SUMBER: ANTARA
