Koin kuno Hindia Belanda pecahan 1/4 gulden terdiri dari enam jenis koin dengan tahun cetakan yang berbeda-beda.
- Koin Kuno Ratu Wilhelmina Nominal 1 Gulden (1922–1945)
Koin ini berasal dari negara Belanda dan dicetak antara tahun 1922 hingga 1945. Terbuat dari bahan perak, memiliki berat 10 gram, diameter 28 mm, dan ketebalan 2 mm.
Koin kuno Wilhelmina pecahan 1 gulden terdiri dari 12 jenis koin dengan cetakan tahun yang berbeda-beda.
Baca Juga:5 Pinjaman Bank Digital Resmi OJK Tanpa Jaminan 2025Update Tarif Listrik PLN Terbaru 2025 untuk Pelanggan Subsidi dan Non-subsidi
Cetakan tahun 1922 dan 1940, khususnya varian proof, merupakan yang paling sulit ditemukan dan memiliki nilai jual tinggi.
- Koin Kuno Presiden Soekarno – Irian Barat Nominal 50 Rupiah (1962)
Koin ini berasal dari Indonesia dan dicetak pada tahun 1962 sebagai bagian dari kampanye pembebasan Irian Barat di masa pemerintahan Presiden Soekarno.
- Koin Kuno Soekarno – Irian Barat Nominal 50 Sen (1962)
Terbuat dari bahan aluminium, memiliki berat 3,1 gram, diameter 28,9 mm, dan ketebalan 2 mm. Koin kuno Soekarno seri Irian Barat pecahan 50 sen merupakan nominal terbesar dari seluruh seri koin Irian Barat lainnya.
- Koin Kuno Capped Bust Half Dollar Nominal 50 Sen (1807–1836)
Koin ini berasal dari Amerika Serikat (United States) dan dicetak antara tahun 1807 hingga 1836. Terbuat dari bahan perak, memiliki berat 13,48 gram, diameter 32 mm, dan ketebalan 1,7 mm.
Koin kuno Amerika pecahan 50 sen ini terdiri dari 30 jenis koin dengan tahun cetakan yang berbeda-beda, dan selalu menjadi incaran para kolektor uang kuno.
- Koin Kuno Barus (Babi Rusa) Nominal Rp10.000 Tahun 1987
Koin ini berasal dari Indonesia dan dicetak pada tahun 1987. Terbuat dari bahan perak, memiliki berat 19,4397 gram dan diameter 34 mm.
Koin kuno Indonesia pecahan Rp10.000 ini dikenal langka karena hanya dicetak sebanyak 25.000 keping.
Baca Juga:Galbay Pinjol? Ini Cara Cerdas agar Tidak Terjebak Stres dan EmosiWaspada Penipuan Uang Kuno Modus Berkedok Pembeli di Media Sosial
Banyak kolektor memilih untuk menyimpannya sebagai investasi karena nilai jualnya yang terus meningkat dari waktu ke waktu.
- Koin Kuno Japanese Occupation Nominal 10 Sen (1943–1944)
Koin ini berasal dari masa pendudukan Jepang di wilayah Hindia Belanda, yang sekarang dikenal sebagai Indonesia, dan dicetak antara tahun 1943 hingga 1944. Terbuat dari bahan tin alloy (paduan timah), memiliki berat 3,50 gram dan diameter 22 mm.
Koin kuno Japanese Occupation pecahan 10 sen tergolong sangat langka, sulit ditemukan, dan memiliki nilai jual yang tinggi.
