Aneh! Ferry Paulus Larang PSBS Biak Gunakan Markas Persib Bandung, Tapi Bolehkan Bermarkas di Pulau Jawa

Persib terusir dari Sidolig
Persib terusir dari Sidolig
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Keputusan mengejutkan datang dari Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ferry Paulus, yang secara tegas melarang PSBS Biak menggunakan markas Persib yakni Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, sebagai markas mereka di Liga 1 musim 2025/2026.

Padahal, PSBS sudah menyusun rencana matang untuk bermarkas di Bandung.

Program latihan pun telah disiapkan di Lapangan Sidolig—fasilitas latihan unggulan di kota tersebut.

Namun, seluruh rencana itu kini kandas setelah PT LIB mengeluarkan keputusan larangan tersebut.

Yang membuat publik bingung adalah inkonsistensi dalam kebijakan ini.

Baca Juga:Gerak-Gerik Mencurigakan saat Dini Hari! 3 Wanita Diamankan Warga Cibiru Wetan Bandung, Ditemukan 1 Paket Diduga Sabu ‘Kami di Bawah Lereng’: Ketika Warga Bandung Hidup di Bawah Ancaman Alam

Meskipun PSBS dilarang bermarkas di Bandung, mereka tetap diperbolehkan memilih lokasi lain di Pulau Jawa seperti Bantul, Gresik, atau Lamongan.

“Intinya jangan di Bandung. Deltras juga tidak bisa karena stadion mereka akan digunakan oleh Timnas,” ujar Ferry, tanpa memberikan penjelasan konkret tentang mengapa Bandung menjadi pengecualian.

Ketika ditanya lebih lanjut, Ferry hanya mengatakan bahwa alasan di balik larangan tersebut akan dibuka setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 7 Juli mendatang.
Pernyataan singkat ini justru membuka ruang spekulasi di kalangan publik dan pengamat sepak bola.

Sejumlah pihak menduga ada tekanan dari klub tertentu yang merasa tidak nyaman dengan kehadiran PSBS di Bandung.

Dugaan ini belum terkonfirmasi, namun ramai diperbincangkan di balik layar.

Keanehan semakin terasa mengingat Bandung memiliki infrastruktur sepak bola yang sangat mumpuni.

Stadion Si Jalak Harupat bahkan sering dijadikan venue pertandingan penting, baik nasional maupun internasional.

Jika tidak ada kendala teknis, publik menilai semestinya PSBS tetap diizinkan menggunakan fasilitas yang sudah siap itu.

Baca Juga:Pemerintah Genjot Subsidi Rumah Rakyat, Rp18,77 Triliun Tersalur untuk 115 Ribu UnitInspektorat Banjar Turun Tangan, Periksa Oknum Perangkat Desa Mulyasari

Apalagi, klub-klub lain tetap diberi kelonggaran untuk bermarkas di berbagai kota di Jawa.

Sikap PT LIB yang belum transparan dan tegas mengenai alasan pelarangan ini justru menciptakan tanda tanya besar. Kenapa Bandung? Apakah ada alasan politis atau tekanan tertentu?

Hingga kini, PSBS Biak masih harus mencari markas baru, sementara teka-teki larangan bermain di Bandung belum terpecahkan.

0 Komentar