Lesunya pasar tradisional Cimahi tak lepas dari derasnya arus digitalisasi perdagangan dan menjamurnya pasar modern.
Para pedagang di pasar rakyat semakin sulit bersaing tanpa adanya intervensi serius dari pemerintah, baik dalam bentuk revitalisasi fisik, dukungan digitalisasi, maupun promosi yang konsisten.
Indra melanjutkan, seperti misalnya Transmart yang di mana berbeda segmennya. Transmart cenderung lebih mahal dari segi harga. Pihaknya juga monitoring harga ke Transmart itu kadang juga ada harga-harga yang tak masuk akal gitu.
Baca Juga:Proyek Normalisasi Drainase Tak Kunjung Dibenahi, Warga Rancaekek Kembali BerteriakAngkat Kisah Pengorbanan Prajurit dan Keluarga, Yonif 323/BP Kostrad Ajak Publik Saksikan Film Believe
“Tapi ya ada segmennya. Dia memang pasang segmen di segmen menengah ke atas gitu misalnya. Kalau Borma itu kan misalnya menengah ke bawah begitu,” bebernya.
Program seremonial semacam kampanye ASN ke pasar memang menarik di permukaan, tapi belum cukup menjawab kebutuhan riil di lapangan.
“Tanpa strategi menyeluruh, pasar tradisional bisa terus tertinggal, bahkan kehilangan fungsi sosial-ekonominya sebagai penyangga ekonomi masyarakat kecil,” tutupnya. (Mong)
