Bandung Barat Siaga! Pemkab Kebut Mitigasi Gempa Akibat Aktivitas Sesar Lembang

Bukit Bintang berada dekat dengan titik Sesar Lembang, Bandung Barat. Dok Jabar
Bukit Bintang berada dekat dengan titik Sesar Lembang, Bandung Barat. Dok Jabar
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat memperkuat upaya mitigasi untuk menghadapi potensi gempa susulan akibat aktivitas Sesar Lembang.

Langkah ini diambil menyusul gempa bumi bermagnitudo 2,7 yang mengguncang wilayah Cimahi, Bandung Barat, dan Subang pada Minggu (29/6).

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menegaskan pentingnya langkah cepat dan terencana dalam menghadapi potensi gempa yang lebih besar di masa mendatang.

Baca Juga:Update Dugaan Korupsi Rp86,2 Miliar di Anak Perusahaan MUJ, 20 Saksi Diperiksa Kejari BandungKasus DBD di Bandung Masih Tinggi, Pemkot Genjot Program Jumantik

“Intinya kita upayakan mitigasi dan langkah cepat. Amit-amit terjadi gempa besar, kita harus tahu titik evakuasi seperti apa,” ujar Jeje saat ditemui, Rabu (2/7/2025).

Menurutnya, kesiapan jalur dan titik evakuasi menjadi hal utama dalam upaya mitigasi. Selain itu, pihaknya pun telah memperkuat komunikasi intensif dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Salah satu yang dibahas adalah penambahan alat pendeteksi gempa atau seismograf di wilayah rawan. Komunikasi dengan BPBD agar memperbanyak sinyal-sinyal pendeteksi gempa. Harus segera dibuatkan tempat dan jalur evakuasi. Sudah beberapa kali dirapatkan dan nanti segera dieksekusi,” katanya.

Jeje menekankan bahwa pemetaan titik dan jalur evakuasi yang mudah diakses masyarakat menjadi prioritas utama. Hal ini penting untuk memastikan keselamatan warga saat bencana terjadi.

“Kita harus tahu secara pasti di mana titik evakuasi dan jalur evakuasi yang mudah diakses. Ini penting agar saat terjadi gempa, masyarakat bisa segera menyelamatkan diri,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Barat, Ade Zakir, menyebut bahwa BPBD telah menyiapkan jalur evakuasi di wilayah rawan terdampak gempa Sesar Lembang. Namun, menurutnya, aspek sosialisasi dan kesiapan masyarakat tak kalah penting.

“Jalurnya sudah ada di BPBD. Tapi yang penting adalah sosialisasi, karena kesiapan masyarakat itu yang paling utama,” kata Ade.

Baca Juga:Usulan KDM Soal Nama RSUD Al Ihsan jadi Welas Asih Tuai Kritik, Tak Prioritas dan Pemborosan Anggaran!Bandung Resmi Punya 2 Klub di Liga 1, Tapi Persib Terusir dari Sidolig!

Ia menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran publik terhadap risiko gempa, mengingat wilayah Bandung Barat berada di jalur sesar aktif.

“Kita memang harus sudah sadar karena kita berada di jalur sesar dan daerah rawan bencana,” ujarnya.

Untuk itu, Pemkab juga telah melakukan sosialisasi ke berbagai sekolah dasar sejak tahun 2024. Kegiatan ini bertujuan membekali generasi muda dengan pengetahuan dasar tentang mitigasi bencana.

0 Komentar