Beredar Video Pesta Sesama Jenis di Medsos, Polisi: Bukan di Bogor!

Ilustrasi Pesta
Ilustrasi Pesta
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dugaan Pesta Gay yang berlangsung di wilayah Puncak, Bogor, beredar di media sosial dan ramai menjadi perbincangan.

Pada video yang beredar dari @jktnewss, terlihat sejumlah petugas yang melakukan penggerebakan di salah satu kamar hotel tersebut.

“Diam, diam, jangan bergerak,” ujar salah satu petugas saat melakukan penggerebakan.

Baca Juga:Misi Kemanusiaan Bangun Jembatan, Cerita Vertical Rescue yang Siap Terbang ke PapuaTiket Piala Presiden 2025 Gratis untuk Pelajar, Bupati Bandung: Silahkan Daftar Lewat Situs Web Resmi

Saat penggerebakan, puluhan pria itu berada dalam satu kamar dan tidak tertutup benang sehelai pun.

Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Teguh Kumara menegaskan, kejadian penggerebakan tersebut bukan berada di wilayah hukum Polres Bogor.

“Bukan di Bogor,” singkat AKP Teguh Kumara saat dikonfirmasi, pada Selasa (1/7/2025).

Sebelumnya, kasus serupa pernah terjadi di daerah Bogor tepatnya di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. Polisi menggerebek sebuah pesta sesama jenis yang digelar di sebuah vila pada Minggu (23/6) dini hari.

Penggerebekan dilakukan berdasarkan laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas kelompok LGBT di lokasi tersebut.

Kasatreskrim Polres Bogor, AKP Teguh Kumara, menjelaskan bahwa informasi awal berasal dari warga yang melaporkan dugaan pertemuan komunitas lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) laki-laki.

“Atas dasar informasi tersebut, kemudian Polres Bogor bersama-sama dengan Polsek Megamendung mendatangi Villa tersebut,”ujar Kasatreskrim Polres Bogor AKP Teguh Kumara, Senin (23/6).

Baca Juga:Pelepasan Tim Ekspedisi 1000 Jembatan Gantung ke Papua Digelar di Pendopo Bandung13 Tambang Ilegal di KBB Ditutup, HP2MT Klaim 42 Industri Nyaris Kolaps

Saat tiba di lokasi, petugas mendapati 74 laki-laki dan satu perempuan sedang berkumpul di dalam vila.

Mereka diketahui baru saja menyelesaikan sebuah pertunjukan bertajuk “The Big Star” yang berupa kontes atau pentas hiburan.

Polisi juga menemukan beberapa orang sedang menghapus riasan wajah. “Kami juga mengamkan sebanyak 4 bungkus kondom baru belum terpakai, 1 buah pedang utuk pertunjukan seni tari,” katanya.

Menurut AKP Teguh, para peserta acara tersebut membayar Rp200 ribu per orang, dengan biaya tersebut sudah termasuk sewa vila dan konsumsi.(Sandika Fadilah)

0 Komentar