Di antara mereka ada Jeje Sudarsono (70). Dengan ijazah SD dan tenaga yang masih kuat, ia terpaksa menerima pemutusan kerja. “Terpaksa menerima keputusan,” ujarnya, mewakili kepasrahan puluhan kawannya.
Mereka pergi bukan karena tak mampu menyapu jalanan lagi, tapi karena dianggap terlalu tua dan kurang berpendidikan oleh sistem yang dibuat oleh pemerintah. (CEP)
