Gedebage: Potret Kawasan yang Masih Terjebak Banjir, Macet, dan Kepadatan

Ilustrasi: Banjir menggenangi kawasan Gedebage beberapa waktu lalu. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Ilustrasi: Banjir menggenangi kawasan Gedebage beberapa waktu lalu. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

Namun, pertumbuhan ini tidak diimbangi dengan fasilitas publik yang memadai. Sekolah negeri terbatas, Puskesmas penuh, dan ruang terbuka hijau makin menipis. Permukiman padat berdempetan dengan kawasan industri dan proyek-proyek infrastruktur.

“Kita tumbuh tanpa arah. Gedebage ini seperti dibebani terlalu banyak peran tanpa fondasi yang cukup kuat,” ujar Rini Kartika, pegiat lingkungan dari Forum Warga Timur Bandung.

Pemerintah Kota Bandung sempat mencanangkan Gedebage sebagai Kawasan Metropolitan Timur, lengkap dengan Transit Oriented Development (TOD) dan integrasi moda transportasi. Namun, realisasi di lapangan masih jauh panggang dari api.

Baca Juga:Ibis Bandung Pasteur Hadirkan “Holiday Wonders”, Liburan Sekolah Jadi Makin Seru!Pura-pura Salat, Aksi Residivis Pencuri Kotak Amal di Banjar Berhasil Digagalkan Warga!

Beberapa inisiatif seperti pembangunan kolam retensi, pelebaran jalan, serta pembatasan kendaraan berat sempat diwacanakan, tetapi pelaksanaannya kerap tersendat karena kendala anggaran dan tumpang tindih kewenangan antara kota, provinsi, hingga pusat.

Warga berharap agar Gedebage tidak hanya dijadikan lokasi megaproyek, tetapi juga diprioritaskan dalam pembangunan dasar yang manusiawi. (Dam)

Laman:

1 2
0 Komentar