Dan itu baru satu contoh dari mobil non-LCGC. Banyak model lain yang juga mempertahankan nilai jualnya dengan sangat baik.
Menariknya, harga mobil ini seolah tidak pernah turun secara signifikan. Dalam kondisi sehat dan pajak hidup, bahkan setelah menunggu beberapa tahun ke depan, harganya tetap stabil. Penurunan harganya pun biasanya hanya sekitar Rp5 juta atau kurang.
Sebaliknya, harga mobil LCGC cenderung turun drastis. Tidak hanya dari segi harga, proses penjualannya pun cukup sulit. Mengapa? Karena banyak orang ragu membeli LCGC bekas, khawatir mobil tersebut bekas armada taksi online atau ojek online.
Baca Juga:7 Jenis Batu Akik yang Dipakai Ulama: Makna Spiritual dan Asal-Usulnya10 Batu Safir Termahal di Dunia yang Pernah Dilelang
Dengan kondisi seperti ini, tentu saja poin lebih dapat diberikan untuk mobil bekas non-LCGC.
Soal Kenyamanan?
Tidak perlu dibahas panjang lebar, jawabannya jelas, mobil non-LCGC jauh lebih unggul dalam hal kenyamanan.
Jadi, manakah yang lebih baik?
Jawabannya tergantung prioritas Anda. Jika Anda mengutamakan kenyamanan berkendara, desain yang menarik, dan nilai jual kembali yang stabil, maka mobil bekas non-LCGC adalah pilihan yang tepat.
Namun, jika Anda fokus pada efisiensi bahan bakar dan biaya perawatan yang lebih terjangkau, maka mobil LCGC bisa jadi pilihan logis.
Secara objektif, saya pribadi lebih memilih mobil non-LCGC.
Meskipun biaya perawatannya sedikit lebih mahal dan konsumsi bahan bakarnya tidak seirit LCGC, namun jika dipikirkan lebih dalam, perawatan mobil sebenarnya cukup sederhana, paling tidak hanya melibatkan penggantian oli dan cairan.
Dan jika berbicara tentang penggantian oli dan cairan, biayanya pun tidak jauh berbeda dengan LCGC.
Untuk bagian kaki-kaki dan komponen mesin lainnya, perawatan biasanya hanya dilakukan setiap beberapa tahun sekali. Misalnya, penggantian busi, jika menggunakan busi original, umurnya bisa mencapai 100.000 km, yang berarti Anda tidak perlu sering-sering menggantinya.
Jadi sebenarnya, tidak perlu terlalu khawatir dengan perawatan mobil bekas.
Baca Juga:Fakta Mengejutkan di Balik Janji 19 Juta Lapangan Kerja5 Kamera Vlog Terbaik 2025 Kualitas Profesional, Harga Terjangkau
Yang paling penting adalah Anda memahami jenis mobil yang ingin dibeli, termasuk penyakit umumnya. Dengan pengetahuan tersebut, Anda akan lebih siap menghadapi potensi masalah dan terhindar dari penipuan bengkel nakal.
Misalnya seperti Gran Livina final edition tahun 2010, Avanza 2010, Rush 2010, atau Terios 2010 dan mobil-mobil lainnya yang usianya di bawah tahun 2010, mana yang sebaiknya dipilih? Hal ini perlu benar-benar Anda perhatikan.
