“Kita diajak memahami proses produksi berita televisi secara utuh, mulai dari perencanaan liputan, pengambilan gambar, penulisan naskah, hingga editing. Saya kebagian peran sebagai penulis naskah, dan tantangannya cukup seru meski awalnya sulit. Hanya saja, waktu untuk sesi editing terasa sangat singkat bagi pemula seperti kami. Tapi justru itu memacu kami bekerja lebih efisien,” ujar Bilqis, menyampaikan pengalamannya sekaligus masukan.
Pembina Komunitas Gada Membaca, Agus, tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya terhadap semangat dan dedikasi peserta.
Ia mengapresiasi tingginya animo, termasuk dari peserta yang datang dari luar Kabupaten Ciamis, seperti Tasikmalaya.
Baca Juga:Pemutihan Pajak Kendaraan Diperpanjang Hingga 30 September, Opsen PKB Dongkrak PADOTW BREAK OUT DAY 2025 Guncang Cirebon! Musisi Lokal Bersinar, Kompetisi Games Bikin Panas Suasana
“Semangat mereka luar biasa. Dari pagi hingga sore, mereka tetap aktif dan bersemangat dalam sesi teori maupun kerja kelompok praktik. Kerja sama tim juga sangat terlihat. Harapan besar kami, melalui wadah seperti ini, akan lahir jurnalis-jurnalis warga baru yang kompeten, berintegritas, dan mampu menyampaikan informasi secara akurat, bertanggung jawab, serta mendidik kepada masyarakat luas,” tegas Agus.
Workshop Jurnalistik dan Broadcasting yang digelar Komunitas Gada Membaca bersama IJTI Korda Galuh Raya ini bukan sekadar pelatihan keterampilan teknis.
Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan upaya strategis dan penting dalam menjawab tantangan era digital.
Dengan membekali masyarakat, khususnya generasi muda dan pelaku UMKM, dengan literasi media dan kemampuan memproduksi konten secara mandiri, diharapkan mereka dapat menjadi agen penyebar informasi yang positif, kreatif, dan informatif di tengah banjirnya informasi.
“Langkah ini diyakini akan memperkuat ketahanan informasi masyarakat dan mendorong partisipasi publik dalam membangun ruang digital yang sehat dan berdaya guna. Kolaborasi komunitas dan organisasi profesi seperti ini menjadi model sinergi yang patut dikembangkan untuk memperkuat pilar-pilar literasi di tingkat akar rumput,” kata jurnalis senior dari salah satu media televisi swasta, Ogi Faturrazi. (CEP)
