JABAR EKSPRES – Ketika anak-anak seusianya sibuk bermain gawai atau berlatih futsal di lapangan sekolah, Narash Abraar Kasogi justru memilih jalan yang tak biasa, melompat dengan sepeda di lintasan beton dan melawan rasa takut dari ketinggian.
Usianya yang baru 9 tahun, namun tekad dan keberaniannya menaklukkan BMX freestyle, membuatnya menonjol sebagai atlet cilik yang menjanjikan dari Kota Cimahi.
Narash adalah siswa SDN Cibabat Mandiri 1, dan bisa dibilang ia bukan anak sembarangan. Ia tumbuh dalam lingkungan yang tak jauh dari dunia BMX. Pilihan itu bukan datang dari tren atau tontonan YouTube, melainkan dari sosok yang paling dekat, sang ayah.
Baca Juga:BRI Tegas Ungkap dan Tindak Penyalahgunaan KURAtlet KBB Raih Emas Panjat Tebing di Kejurnas FPTI 2025
“Karena dari kecil aku sering lihat Papa main BMX, aku jadi pengen juga. Seru banget bisa loncat-loncatin sepeda. Bisa nyoba trick trick BMX freestyle,” ujarnya sambil tersenyum malu-malu saat ditemui Jabar Ekspres di kediaman nya, Cihanjuang, Kota Cimahi, Sabtu (28/6/25).
Narash tidak hanya bermain-main. Ia punya tujuan yang besar, mengikuti kompetisi sekelas X-Games. Untuk anak seusianya, itu bukan mimpi kecil.
“Aku semangat terus soalnya pengen jago main sepeda BMX kayak Papa dan bisa ikut lomba besar kayak X-Games,” katanya penuh tekad.
Namun, di balik semangat yang menggebu itu, jalan menuju podium tak selalu mulus. Jatuh adalah teman akrab Narash. Ketakutan pun kerap datang menghantui, terutama ketika harus mencoba trik baru atau menghadapi arena yang asing dan penuh penonton.
“Paling susah itu pas lagi belajar trik baru dan sering jatuh. Sakit sih, tapi aku udah biasa jatuh, terus bangun lagi. Kadang suka takut juga kalau arenanya baru atau rame sama yang lebih besar,” tuturnya.
Salah satu momen yang paling dia ingat adalah saat harus menuruni quarter ramp setinggi 1,7 meter. Ia mengaku butuh waktu satu jam hanya untuk memberanikan diri mencobanya.
“Tapi Papa dan Ibu selalu bilang, gak akan jatuh, pasti bisa dan dijaga juga di bawah sama Papa. Yang penting coba dulu, jangan takut gagal. Dan bener aja, ternyata aku bisa. Cuma awalnya aja takut,” jelasnya.
