Perayaan Penuh Makna, Sepak Bola Api Warnai Malam Tahun Baru Islam di Cibiru Hilir

Perayaan Penuh Makna, Sepak Bola Api Warnai Malam Tahun Baru Islam di Cibiru Hilir
Anak-anak mengikuti permainan sepak bola api untuk memeriahkan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah di Desa Cibiru Hilir, Kabupaten Bandung, Kamis (26/6). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Para remaja dan warga desa berkumpul menyaksikan tradisi sepak bola api yang digelar di lapangan terbuka, Desa Cibiru Hilir, Kabupaten Bandung, Kamis (26/6) malam.

Suasana malam Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah di desa itupun memanas secara harfiah. Malam tidak terlalu sunyi tatkala sorak sorai dan percikan api beterbangan dihempas sepakan kaki para peserta.

Sepak bola api menjadi puncak dari rangkaian acara tahunan, bersama pawai obor, atraksi bambu gila, hingga pemutaran film animasi bertema sejarah Nabi.

Baca Juga:Rangkaian HJB ke-543, 43 Pasangan Ikuti Nikah Massal Konflik Iran-Israel Memanas, PMI Asal Cimahi Belum Teridentifikasi

Api menyala terang dari bola kelapa kering, kemudian disulut dan diperebutkan oleh tim yang masing-masing beranggotakan empat orang.

“Ini kegiatan satu Muharram, sebenarnya tanggal 27 Juni, tapi kami majukan jadi 26,” kata Pemuda Cibiru Hilir, Abil Saidy Abdillah (20) di lokasi.

Menurut Abil, tradisi ini telah berjalan sejak 2010, meskipun sempat terhenti saat pandemi Covid-19. Kini, semangat warga untuk melestarikannya tak surut.

Abil menjelaskan, bola api bukan sekadar permainan ekstrem, tapi sarat makna spiritual. “Bola ini panas. Itu mengingatkan kita akan panasnya api neraka. Kita harus introspeksi diri di awal tahun ini,” jelasnya.

Tahun ini, pertandingan hanya berlangsung sekitar 30 menit karena ukuran lapangan yang lebih kecil akibat renovasi di lokasi biasa. Meski berbahaya, kekhawatiran dari orang tua justru tak menghalangi minat anak-anak.

“Saya paling takut sama orang tua karena anaknya main. Tapi ternyata tidak. Ini cuma setahun sekali,” kata Abil.

Sementara itu, salah satu peserta sepak bola api, Harry (17), mengaku tidak lagi merasa takut setelah menyentuh bola api. Dirinya pun sudah mengikuti tradisi ini sejak kecil.

Baca Juga:Harga Sayur Naik, Pedagang di Pasar Kiaracondong Sempat Terimbas Demo Sopir TrukHadiri Ijtima Ulama dan Pembukaan PKU XIX Kabupaten Bogor, Ini Pesan Ma’ruf Amin! 

“Seru banget. Panasnya cuma di kaki. Kalau masuk ke sarung baru ke badan. Tapi ini lebih seru dari main game online,” ujarnya sambil tertawa. (Nizar)

0 Komentar