8 Bentuk Penyimpangan Umat Beragama di Indonesia yang Menjijikan

Penyimpangan Umat Beragama
Penyimpangan Umat Beragama
0 Komentar

Kita diajak untuk percaya, tetapi tidak diajarkan untuk berpikir. Kita diperintahkan untuk taat, tetapi tidak diberi ruang untuk bertanya. Kita disuruh tunduk, namun tidak diberi hak untuk merdeka.

Selama agama masih digunakan sebagai tameng untuk membenarkan segala bentuk kebodohan, maka dapat disimpulkan bahwa masyarakat belum benar-benar dewasa. Mereka akan terus hidup dalam drama spiritual yang penuh kepalsuan, di mana ayat-ayat dijadikan alat kekuasaan dan iman dikomodifikasi layaknya barang dagangan.

Jadi, ketika kamu melihat semakin banyak simbol-simbol keagamaan di mana-mana, jangan buru-buru merasa bangga. Lihatlah dulu apa yang tersembunyi di balik itu semua. Bisa jadi, semua hanya selimut untuk menutupi luka sosial yang telah terbakar selama bertahun-tahun.

Baca Juga:Gudang Garam Terancam Bangkrut, Ancaman Rokok Ilegal dan Vape Makin NyataAplikasi AMV Mengklaim Legal dan Punya Kantor Tapi Penghasil Uang Skema Ponzi

Jika kamu sudah mendengarkan atau membaca sejauh ini, maka kamu pasti paham, ini bukan sekadar kritik, tetapi panggilan untuk bangun dari mimpi palsu yang terlalu lama kita pelihara. Dan tentu saja, tujuan akhirnya adalah agar kita menjadi manusia yang lebih masuk akal, lebih waras, dan lebih bijaksana dalam memaknai iman.

0 Komentar