JABAR EKSPRES – Ketegangan geopolitik dunia kembali meningkat, terutama setelah keterlibatan langsung Amerika Serikat dalam konflik antara Iran dan Israel. Peringatan keras dari Pemimpin Tertinggi Iran terhadap AS memicu kekhawatiran baru akan potensi meletusnya Perang Dunia 3.
Dalam kondisi seperti ini, banyak orang mulai bertanya-tanya: jika perang global benar-benar terjadi, negara mana yang paling aman untuk ditinggali? Para ahli keamanan internasional dan pakar nuklir memperingatkan bahwa penggunaan senjata pemusnah massal bukan lagi sekadar kemungkinan melainkan ancaman nyata. Bahkan, menurut Brian Toon, profesor terkemuka di bidang iklim dan atmosfer, sebuah perang nuklir dapat menghilangkan hingga 60% populasi dunia hanya dalam waktu 72 menit.
Namun, harapan belum sirna. Berdasarkan kajian dari sejumlah sumber terpercaya, terdapat beberapa negara yang dinilai aman karena lokasi geografis, netralitas politik, serta ketahanan sumber daya. Berikut daftar 10 negara dan wilayah yang paling mungkin bertahan jika Perang Dunia 3 pecah:
Baca Juga:8 Buah Ini Bisa Pulihkan Sendi, Lawan Nyeri Sendi Lutut dan Bengkak dalam Hitungan JamBenarkah Aplikasi ERC Penghasil Uang? Ini Fakta Sebenarnya
- Antarktika
Meski bukan negara berdaulat, wilayah ini menjadi tempat paling aman karena sangat terpencil dan tidak memiliki nilai strategis militer. Tidak ada aktivitas politik atau militer di sana, namun tentu saja, iklim ekstrem menjadi tantangan besar.
- Selandia Baru
Negara kepulauan ini sering menempati peringkat atas dalam Indeks Perdamaian Global. Letaknya yang jauh dari zona konflik dan sistem pertanian yang mandiri menjadikannya tempat perlindungan ideal jika dunia dilanda kekacauan.
- Swiss
Terkenal dengan prinsip kenetralannya, Swiss memiliki infrastruktur pertahanan sipil yang sangat matang, termasuk bunker bawah tanah. Geografisnya yang dilindungi pegunungan Alpen juga menjadi keunggulan strategis.
- Islandia
Negara ini minim konflik dan memiliki cadangan energi terbarukan serta air tawar melimpah. Stabilitas politik dan letaknya yang jauh dari wilayah rawan membuatnya jadi pilihan logis untuk bertahan.
- Indonesia
Dengan kebijakan luar negeri bebas aktif sejak era Presiden Soekarno, Indonesia cenderung menghindari blok-blokan geopolitik. Lokasinya yang strategis namun jauh dari pusat konflik utama juga menjadikannya salah satu negara yang dinilai aman jika terjadi perang besar.
- Afrika Selatan
Negara ini memiliki potensi besar dalam bidang pertanian dan air. Meskipun politiknya kerap menjadi sorotan, secara geografis dan sumber daya, Afrika Selatan tetap dianggap sebagai tempat aman di tengah kekacauan global.
