Hati-Hati, Ini 8 Motor Honda yang Kurang Cocok untuk Pasar Indonesia

Motor Honda yang jangan dibeli
Motor Honda yang jangan dibeli
0 Komentar

Namun, jika Anda menyukai desainnya, posisi berkendara yang nyaman, dan ingin motor sport yang ramah untuk digunakan harian, CBR150R adalah pilihan paling nyaman di kelasnya, tanpa perlu debat.

  1. Honda SH150i (Skuter Eropa yang Tidak Cocok untuk Indonesia)

Honda SH150i merupakan skuter premium yang cukup populer di Eropa dan Vietnam. Namun di Indonesia, motor ini tidak laku di pasaran. Apa alasannya?

Alasan utamanya cukup sederhana: harganya terlalu mahal untuk fitur yang ditawarkan. Jika dilihat secara teknis, mesin dan fitur SH150i tidak jauh berbeda dengan Honda PCX, yang harganya jauh lebih terjangkau.

Baca Juga:Bengkel Resmi vs Bengkel Umum, Mana yang Lebih Baik Setelah Masa Garansi Habis?Bocoran Lengkap Infinix Hot 60i: HP Rp1 Jutaan dengan Kamera 50MP dan RAM 12GB

Yang lebih mengganggu, desainnya kurang sesuai dengan selera konsumen Indonesia. Meski disebut mengusung gaya Eropa, namun bentuknya terasa “asing” dan kurang menarik di mata masyarakat kita. Selain itu, suku cadang dan biaya perawatannya juga tergolong mahal.

Secara kasarnya, motor ini memang bukan ditujukan untuk pasar Indonesia. Tapi jika Anda punya dana lebih dan ingin tampil beda dengan skuter yang unik, SH150i tetap bisa menjadi pilihan menarik, setidaknya Anda akan tampil beda dan terasa seperti sedang berkendara di jalanan Eropa.

  1. Honda PCX 160 (Di Atas Kertas Impresif, Realitanya Mengecewakan)

Sekilas, Honda PCX 160 terlihat sangat menjanjikan. Dibekali mesin 160 cc, fitur lengkap seperti smart key, panel digital, serta desain premium, motor ini tampak seperti pilihan sempurna di kelas skuter matik.

Namun kenyataannya, PCX 160 menyimpan banyak keluhan dari para pengguna, antara lain:

  • Masalah overheat (panas berlebih)
  • Konsumsi oli yang boros
  • Getaran mesin yang mengganggu
  • Radiator cepat rusak
  • Konsumsi BBM yang kurang efisien untuk motor matic

Dengan banderol harga yang cukup tinggi, wajar jika banyak pengguna berharap lebih. Sayangnya, yang didapat justru motor yang panas, boros, dan cenderung rewel.

Terlebih, untuk model terbaru, harganya semakin mahal tapi fiturnya tidak jauh berbeda dengan generasi sebelumnya. Maka dari itu, jika tidak sedang terburu-buru, sebaiknya tunda dulu keinginan membeli PCX 160, tunggu sampai ada peningkatan signifikan, misalnya saat sudah menggunakan teknologi VTEC.

0 Komentar