Aplikasi Rinck Terbongkar Skema Ponzi Berkedok Investasi Legal

Aplikasi Rinck Terbongkar Skema Ponzi
Aplikasi Rinck Terbongkar Skema Ponzi
0 Komentar

Dari situ saja, sudah terlihat jelas bahwa skema ini tidak masuk akal dan sangat mencurigakan.

Di dalam aplikasi ini juga terdapat menu “Aset”, yang menawarkan skema investasi dengan persentase keuntungan yang tidak masuk akal. Beberapa contoh keuntungan yang ditampilkan adalah 6,3%, 0,7%, hingga 2,8%. Perlu diketahui, tidak ada aplikasi yang dapat menjamin return atau keuntungan pasti seperti ini, kecuali itu adalah bentuk penipuan atau investasi bodong.

Aplikasi seperti ini biasanya hanya menguntungkan orang-orang yang bergabung lebih awal, karena menggunakan sistem referral berjenjang. Semakin banyak orang yang Anda undang, semakin besar pula penghasilan yang bisa Anda peroleh. Dalam aplikasi ini, sistem referral terdiri dari tiga level:

Baca Juga:Komunitas Galbay Pinjol yang Makin Marak di Indonesia, Ramai-Ramai Tidak Mau BayarSedimentasi, Tongkang Nikel, dan Hancurnya Terumbu Karang Raja Ampat

  • Level 1: 12%
  • Level 2: 4%
  • Level 3: 2%

Jadi, tidak mengherankan jika banyak orang berlomba-lomba mengundang Anda untuk bergabung ke dalam aplikasi Rinck, bukan karena manfaat aplikasinya, melainkan karena mereka mengincar komisi dari sistem referral.

Selain itu, aplikasi ini juga memiliki fitur “jabatan” atau tingkatan level. Misalnya, jabatan paling rendah adalah “Interassistant”, yang mengharuskan Anda mengundang 15 orang. Sebagai imbalan, Anda akan menerima gaji bulanan sebesar Rp2.500.

Sedangkan jabatan tertinggi adalah “Marketing Direktur”, yang mensyaratkan Anda mengundang hingga 3.000 orang, termasuk dari level A, B, dan C. Imbalan untuk posisi ini bisa mencapai gaji bulanan sebesar Rp135 juta.

Perlu digarisbawahi, gaji-gaji yang dibayarkan kepada para pemegang jabatan ini berasal dari deposit para anggota yang membeli job level 1 hingga job level 10. Artinya, Anda dan para member lainnya secara tidak langsung “patungan” untuk membayar para leader atau atasan Anda.

Oleh karena itu, jangan heran jika banyak orang berlomba-lomba mengajak Anda bergabung ke dalam aplikasi Rinck. Mereka sebenarnya sedang mengejar posisi jabatan tertentu demi mendapatkan komisi dan gaji bulanan yang besar.

Namun perlu diwaspadai, ketika aplikasi Rinck berakhir (scam), para “leader” yang selama ini memperoleh banyak keuntungan biasanya akan mengaku sebagai korban juga. Padahal, sebelumnya mereka telah meraup banyak uang dari anggota-anggota yang mereka undang.

Saat ini, aplikasi masih bisa diakses dan belum terlihat adanya korban. Namun, ketika aplikasi ini tutup dan tak lagi dapat diakses, saat itulah korban-korban mulai bermunculan, terutama dari kalangan anggota baru.

0 Komentar