Sementara itu, Granit Xhaka akan menghadirkan kekuatan fisik dan kepemimpinan di lini tengah. Duet Modric-Xhaka ditambah Fofana menciptakan kombinasi ideal antara pengalaman, ketahanan fisik, dan kemampuan distribusi bola.
Lini tengah akan menjadi pusat kendali permainan ala Allegri. Ia menginginkan keseimbangan yang sempurna: tidak terlalu menyerang, tapi juga tidak bertahan total.
Dengan komposisi tersebut, Allegri berharap Milan bisa mengontrol tempo dan lebih solid dalam setiap pertandingan.
Berbeda dengan sektor pertahanan dan tengah yang dirombak, lini depan justru dipertahankan. Christian Pulisic, Rafael Leao, dan Santiago Gimenez masih jadi andalan utama. Ketiganya dianggap telah menemukan chemistry yang tepat dalam sistem serangan Milan.
Baca Juga:Lewati Proses Seleksi Ketat, Denny Mulyadi Terpilih Jadi Sekda Baru Kota BogorJelang Tenggat Pemutihan Pajak, Antrean Samsat Rancaekek Mulai Stabil
Meski begitu, Allegri tetap menginginkan penambahan daya gedor. Nama Dusan Vlahovic mencuat sebagai target utama di lini depan.
Striker Serbia itu dinilai memiliki kualitas yang cocok dengan kebutuhan Milan: tajam di kotak penalti dan kuat dalam duel udara.
Jika transfer Vlahovic terwujud, Milan akan punya opsi serangan yang lebih variatif. Kehadiran Vlahovic juga bisa meringankan beban Leao dan Gimenez, serta memberi dimensi baru pada permainan menyerang Rossoneri.
Proyek besar ini tentu membutuhkan waktu, tetapi dengan Allegri di pucuk komando dan dukungan penuh manajemen, AC Milan tampaknya serius ingin kembali ke level tertinggi Eropa. Era baru telah dimulai dan revolusi Rossoneri sedang berjalan.
