Tragis! Bayi Ditinggal di Bawah Pohon Jengkol Selama 2 Hari, Meninggal di RSUD Ciamis

Ilustrasi bayi. Dok pixabay
Ilustrasi bayi. Dok pixabay
0 Komentar

JABAR EKSPRES– Duka kembali menyelimuti Kabupaten Ciamis. Bayi perempuan malang yang ditemukan warga dalam keadaan hidup namun terlantar di bawah pohon jengkol di Dusun Karanganyar, Desa Rancah, Kecamatan Rancah, akhirnya menghembuskan napas terakhirnya setelah berjuang melawan kondisi kritis.

Bayi yang diperkirakan baru lahir itu ditemukan Jumat (13/6/2025) siang sekitar pukul 13.00 WIB, namun nyawanya tak tertolong dan ia meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciamis.

Peristiwa tragis ini bermula ketika seorang warga yang sedang berburu tupai di area Dusun Karanganyar terkejut menemukan sesosok bayi tergeletak di bawah rindangnya pohon jengkol. Penemuan bayi perempuan dalam keadaan hidup namun sangat lemah itu langsung menggemparkan warga setempat. Dengan sigap, petugas berkoordinasi melakukan evakuasi darurat dan membawa bayi malang tersebut ke Puskesmas Rancah untuk mendapatkan penanganan medis pertama.

Baca Juga:Dari Gen Z hingga Korban PHK, Semua Bertaruh Harapan di Job Fair Bandung BaratSengketa Lahan Tak Surutkan Antusiasme, Smansa Bandung Diserbu Pendaftar SPMB Tahap I

“Di puskesmas, bayi tersebut langsung ditangani. Dibersihkan. Namun kondisi bayi sudah sangat lemah,” ujar seorang petugas medis dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Ciamis. Kondisi bayi saat ditemukan sungguh memprihatinkan. Meski secara fisik tampak normal dengan berat badan 3,2 kilogram, bayi itu menunjukkan tanda-tanda penelantaran yang parah. Tali pusarnya terlihat mulai mengering dan yang lebih mengerikan, ditemukan adanya semut serta belatung yang mengerubungi bagian ari-arinya.

“Di ari-ari bayi ditemukan ada belatung. Diperkirakan bayi tersebut berada di lokasi sejak dua hari sebelumnya setelah dilahirkan,” imbuh petugas medis tersebut.

Temuan belatung dan kondisi tali pusar yang mengering menjadi indikasi kuat bahwa bayi malang itu telah dibiarkan terlantar di tempat ditemukan selama kurang lebih dua hari setelah proses kelahirannya, tanpa perawatan atau perlindungan memadai.

Menyadari kondisi kritis sang bayi yang tidak memungkinkan untuk ditangani lebih lanjut di tingkat puskesmas, petugas kesehatan segera mengambil langkah rujukan. Sekitar pukul 14.00 WIB pada Jumat siang itu juga, bayi tersebut dievakuasi menuju RSUD Ciamis untuk mendapatkan perawatan intensif. Di RSUD Ciamis, bayi itu langsung ditempatkan di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU), ruang perawatan intensif khusus untuk bayi baru lahir yang membutuhkan penanganan medis tingkat tinggi.

0 Komentar