Misi Proyek Raksasa Era Prabowo, Tangani Masalah Rob di Pantai Utara dengan Giant Sea Wall

Presiden Prabowo Subianto. (foto/ANTARA)
Presiden Prabowo Subianto. (foto/ANTARA)
0 Komentar

Dengan komitmen yang kuat dari pemerintah dan persiapan matang, Proyek Giant Sea Wall diharapkan bisa memberikan perlindungan jangka Panjang bagi kawasan pesisir Pantai Utara Jawa dari ancaman rob dan dampak perubahan iklim.

Proyek ini diperkirakan membutuhkan biaya sebesar 80 miliar dolar AS, Indonesia menyatakan harapannya akan dukungan dan keahlian Belanda untuk merealisasikan pryek tanggul raksasa atau Giant Sea Wall di sepanjang 500 kilometer di garis pantai Utara Jawa.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anidya Novyan Bakrie mengatakan Belanda memiliki rekam jejak yang telah terbukti selama lebih dari lima abad dalam pengelolaan tanggul, perencanaan delta atau delta plan, serta kemitraan public-swasta di bidang pembiayaan infrastruktur air.

Baca Juga:Volume Pintu Futures Catat Performa Positif di Mei, Aplikasi PINTU Hadirkan Campaign Trade Small Win Big!Hampir Sepekan, Disdik Kabupaten Bogor Belum Umumkan Hasil Pemeriksaan Dugaan Selingkuh ASN

Pemerintah Indonesia juga berharap dapat bekerja sama dengan Belanda dalam merealisasikan proyek ini.

“Proyek ini lebih dari sekadar pertahanan terhadap banjir dan penurunan tanah. Ini adalah undangan untuk menciptakan koridor pertumbuhan Indonesia berikutnya,” ujar Anindya.

“Jadi, saya percaya bahwa kerja sama dalam hal ini, yang saya yakin telah didiskusikan secara G2G (government-to-government), akan menjadi tonggak yang sangat besar,” katanya menambahkan.

Dalam International Conference on Infrastructure (ICI) 2025 di JICC, Jakarta, Kamis (12/6), Presiden Prabowo menjelaskan proyek tanggul laut raksasa yang membentang sepanjang 500 kilometer di pantai utara Jawa, dari Banten hingga Gresik, Jawa Timur membutuhkan biaya pembangunan sebesar 80 miliar dolar AS atau setara Rp1.297 triliun.

0 Komentar