Certificate dari Indonesian Defense Airworthiness Authority (IDAA) pada tahun 2016.
UAV Wulung dirancang dengan kemampuan autonomous operation dan dilengkapi
Ground Control Station (GCS) sebagai pusat kendali dan transporter untuk mobilitas
yang fleksibel. Menggunakan material komposit yang ringan dan kuat, serta didukung
mesin piston tunggal tipe pusher, UAV Wulung memiliki kapasitas bahan bakar 35
liter, radius operasi 150 km, dengan kemampuan Maximum Take-Off Weight (MTOW)
125 kg, serta jarak take off & landing kurang dari 500 m, dan cruise speed 50 knots.
Intercrus SOLA, yang merupakan salah satu produk inovasi PT Dirgantara Indonesia,
hasil dari kolaborasi dengan ekosistem kedirgantaraan nasional, yaitu Intercrus Aero.
Sebuah perusahaan rintisan yang terdiri dari sekelompok insinyur muda Indonesia.
SOLA hadir sebagai solusi mobilitas udara masa depan yang ramah lingkungan, efisien,
dan adaptif terhadap berbagai kebutuhan operasional – baik di sektor sipil maupun
militer.
PT Dirgantara Indonesia (PTDI) akan menampilkan penerbangan langsung dari
prototipe sub-skala 1:7, bernama SOLITA — yang menjadi tonggak awal dalam
pengembangan taksi udara masa depan karya insinyur-insinyur muda PTDI dan
Intercrus Aero. Dirancang sebagai taksi udara untuk mengangkut tiga penumpang
dengan satu pilot, SOLA dikembangkan sebagai aset militer Indonesia.
Baca Juga:Tampil Gahar di INDO DEFENCE 2024, Motor Listrik Sprint Langsung Jadi PrimadonaKemandirian Pertahanan Bukan Sekadar Wacana, Len Raih Sertifikat Komponen Pendukung dari Kementerian Pertahanan
Satu platform, tiga misi: dari pengiriman kargo ke medan depan, dukungan logistik
untuk unit-unit garis depan, misi Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance atau
ISR hingga kemampuan serangan dengan munisi presisi maupun konvensional — versi
skala penuh dari SOLA dirancang untuk membawa muatan hingga 360 kg dan jarak
tempuh hingga 200 km, beradaptasi dengan kebutuhan misi sipil maupun militer.
Dengan kecepatan jelajah mencapai 150 km per jam dan menggunakan sistem
propulsi elektrik penuh, SOLA menawarkan efisiensi tinggi dengan tingkat kebisingan
rendah – menjadikannya cocok untuk operasi di lingkungan urban maupun terpencil.
Intercrus SOLA bukan hanya sekadar produk, tetapi simbol dari masa depan
transportasi udara yang lebih cepat, bersih, dan berkelanjutan – sebuah langkah nyata
menuju ekosistem mobilitas udara modern di Indonesia. SOLA akan siap terbang
melayani Indonesia pada tahun 2028.
“Keberhasilan live demo hari ini menandai tonggak penting dalam pengembangan sistem pertahanan nasional berbasis teknologi tinggi. Ini bukan hanya bukti kesiapan produk kami secara operasional, tetapi juga wujud nyata kontribusi industri dalam negeri terhadap kemandirian alutsista nasional. Kami bangga dapat menghadirkan solusi pertahanan yang kompetitif dan dapat diandalkan, serta berkomitmen untuk terus mendukung kebutuhan strategis pertahanan Indonesia melalui inovasi berkelanjutan.” Ucap Direktur Utama PT Len Industri (Persero) sekaligus Direktur Utama Holding Defend ID, Prof Joga Dharma Setiawan, Ph.D.
