JABAR EKSPRES – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik) Kota Banjar melalui Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memastikan akurasi data 1.500 anak yang putus sekolah berusia 5-6 tahun. Data ini merujuk pada catatan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan tahun 2024 yang menyebutkan sebanyak 1.500 siswa di Kota Banjar terhenti pendidikannya.
Kepala Disdik Kota Banjar, H. Kaswad, menegaskan komitmen pemangku kepentingan untuk memverifikasi dan menindaklanjuti temuan tersebut.
“Jika data ini valid, kami akan mendorong anak-anak kembali ke sekolah formal. Bila tidak memungkinkan, alternatifnya adalah bergabung dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM),” ujarnya dalam rapat koordinasi, Rabu (11/6/2025).
Baca Juga:JUARA dan Raim Laode Hadirkan Semangat JuarakanHidupmuMendagri Sebut 50 Kepala Daerah Bakal Jalani Retret Akhir Juni di IPDN Jatinangor
H Kaswad menambahkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi pemetaan dan percepatan penanganan pendidikan inklusif, terutama bagi kelompok rentan.
“Target data anak tidak sekolah sebanyak 680 anak yang tersebar di 4 kecamatan se-Kota Banjar. Dalam rangka meningkatkan APM (Angka Partisipasi Murni) dan APS (Angka Partisipasi Sekolah) Kota Banjar. Kegiatan ini mengundang kepala desa lurah se-Kota Banjar, Ketua IGTKI, Himpaudi, Bunda Paud,” katanya.
Kolaborasi multipihak ini diharapkan memperkuat validasi data dan akselerasi solusi di lapangan.
“Kami rencana meluncurkan program pendampingan khusus pada Juli 2025, mencakup pendataan ulang door-to-door dan sosialisasi manfaat pendidikan dasar bagi orang tua,” katanya. (CEP)
