JABAR EKSPRES – Forum Kepala Sekolah SMA Swasta (FKSS) Jabar menyambut baik kelongaran terkait kebijakan jam masuk sekolah di Jabar. Hal tersebut merespon setelah sebelumnya bakal diterapkan jam masuk siswa mulai pukul 06.30 WIB.
Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar akhirnya mengeluarkan aturan teknis pelaksanaan Surat Edaran terkait jam masuk itu. Dalam aturan teknis yang dikeluarkan 7 Juni, dinas memberi kelonggaran terkait pelaksanaan arahan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi terkait jam masuk tersebut.
Yakni, dalam pelaksanaannya ada penyesuaian dengan karakteristik geogratis dna kondisi alam sekitar tempat satuan pendidikan berada.
Baca Juga:UNIDA dan YPSPIAI Tebar 3000 Lebih Paket Daging KurbanTokoh Masyarakat Kritisi Transparansi dan Subjektivitas Rekrutmen Pimpinan BAZNAS Banjar
Pertimbangan berikutnya adalah jarak tempuh rumah tinggal peserta didik dengan sekolah, serta mempertimbangkan juga ketersediaan transportasi umum.
Dengan berbagai pertimbangan tersebut, satuan pendidikan bisa menyesuaikan jam efektif masuk sekolah. Caranya dengan menyampaikan laporan ke Cabang Dinas Pendidikan di wilayahnya dengan disertai alasan dan dokumen pendukung.
Ketua FKSS Jabar Ade D. Hendriana menyambut hangat kelonggaran itu.
“Apa yang jadi keluhan dan suara kami bisa terakomodasi dengan aturan teknis itu,” jelasnya.
Menurut Ade, tidak semua sekolah bisa menerapkan masuk pukul 06.30 sebagaimana ketentuan awal. Pihaknya juga telah menyampaikan berbagai keberatan mengenai kebijakan yang akan dimulai pada tahun ajaran baru.
Menurut Ade, secara prinsip kebijakan masuk pukul 06.30 sebenarnya ada nilai positifnya, yakni untuk meningkatkan disiplin dan efektivitas pembelajaran siswa.
“Sisi lainnya, kebijakan itu kurang manusiawi secara biologis,” cetusnya.
Ade menjabarkan, kebijakan tersebut bisa memberikan sejumlah dampak positif, di antaranya soal kedisiplinan peserta didik. Kemudian pembelajaran yang lebih segar karena dimulai lebih awal, termasuk bisa menekan kemacetan jalan karena siswa datang lebih awal.
Sementara sisi lainya bisa berdampak pada kesehatan peserta didik. Misalnya karena kurang tidur, risiko dalam perjalanan, hingga kehilangan waktu untuk sarapan atau olah raga.
Baca Juga:Sekolah Gratis di Ujung Harapan: Mimpi Anak Bandung dalam Mengenyam PendidikanSat Narkoba Polresta Bogor Kota dan Polres Bogor Gerebek Gudang Produksi Miras Ilegal
Ade menambahkan, sekolah di Jabar belum sepenuhnya merata. Siswa di sejumlah wilayah ada yang membutuhkan waktu perjalanan ekstra mengingat lokasi sekolah yang jauh.
“Kalau yang jauh gitu, berarti bisa pukul 04.00 harus sudah berangkat,” katanya.(son)
