JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menerapkan distribusi selektif hewan kurban Iduladha 2025, hal ini untuk mencegah penumpukan di wilayah yang sudah menerima banyak bantuan.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyebut, penyaluran hewan qurban tahun ini difokuskan ke tingkat RW dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) yang minim kurban.
“Kalau di satu tempat hewan kurbannya sudah banyak, jangan ditambah. Yang kita beri adalah titik-titik yang masih sedikit,” kata Farhan di Bandung, Jumat (6/6).
Baca Juga:Idul Adha 1446 H: Sapi Kurban Presiden Prabowo Disalurkan ke 650 Penerima di Banjar36 Sapi Kurban Presiden RI Dibagi di Jateng, Sekda: Bentuk Apresiasi Peternak Lokal
Selain itu, Farhan menambahkan, Pemkot Bandung tidak menyalurkan hewan kurban secara institusional. Namun, sejumlah pejabat berpartisipasi secara pribadi.
“Pemerintah kota sebagai lembaga tidak ada (pemberian hewan kurban), tapi secara pribadi, saya ada, Pak Sekda ada, Pak Asda juga ada. Kita dorong semua untuk ikut berkurban,” tambahnya.
Selain distribusi, Pemkot juga memberi perhatian pada pengelolaan sampah selama Iduladha yang bertepatan dengan libur panjang. Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) ditutup sementara selama 24 jam sejak Jumat pukul 00.00 WIB.
Farhan mengimbau warga memilah sampah sejak dari rumah. “Sampah yang bisa didaur ulang diserahkan ke titik daur ulang. Sedangkan sampah organik disimpan dulu dengan baik sampai petugas kembali beroperasi,” imbaunya.
Ia juga menyoroti penggunaan plastik sebagai pembungkus daging kurban yang masih sulit dihindari. “Ini akan jadi pekerjaan rumah kami untuk tahun depan. Ini bukan hanya soal kurban, tapi soal pengelolaan sampah secara keseluruhan,” pungkasnya.
