CIMAHI – Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Barat, Prof. Dr. Budiman, S.Pd, S.Km, S.Kep, Ners, M.Kes, M.H Kes, M.Kep, resmi dikukuhkan sebagai guru besar Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) dari Fakultas Ilmu dan Teknologi Kesehatan (FITKes) dalam sidang senat terbuka yang digelar di Kampus Unjani, Kota Cimahi, pada Kamis, 5 Juni 2025. Pengukuhan ini menjadi momen bersejarah, menandai Prof. Budiman sebagai guru besar pertama yang merupakan alumni Unjani.
Dalam wawancara usai pengukuhan, Prof. Budiman menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian ini. “Tugas dosen yang utama adalah mengurus jabatan akademik, dan menjadi profesor adalah kebanggaan bagi setiap dosen, termasuk saya,” ujarnya.
Ia berharap gelar profesor yang diraihnya dapat meningkatkan pengabdian kepada masyarakat serta memberikan kontribusi nyata dalam perkembangan ilmu kesehatan. “Mudah-mudahan ilmu yang telah saya raih ini dapat diamalkan dengan baik,” tambahnya.
Baca Juga:Antara Tanggung Jawab dan Keuntungan: Dukungan Ekonomi Hijau Dalam Menyelaraskan Lingkungan dengan Kebijakan PemerintahDPRD Bandung Dukung Rancanumpang Jadi Kelurahan Ramah Lansia
Prof. Budiman merupakan alumni Akademi Perawat (Akper) Unjani angkatan 1996. Ia telah mengabdikan diri di Unjani sejak 1997, atau selama 28 tahun hingga saat ini. “Saya bangga menjadi guru besar alumni pertama di Unjani. Capaian ini bukan hanya untuk saya pribadi, tetapi juga untuk kemajuan kampus dan mendukung Unjani sebagai universitas unggul,” ungkapnya.
Menurutnya, pengukuhan guru besar ini akan berdampak positif pada peningkatan kualitas perguruan tinggi. Ia juga berharap capaian ini dapat memotivasi dosen lain di Unjani untuk mengejar jabatan akademik tertinggi sesuai bidang keahlian masing-masing. “Jumlah guru besar di Unjani masih terbatas. Saya berdoa agar pengukuhan ini menjadi pemicu semangat bagi dosen lain untuk mencapai gelar serupa,” katanya.
Tak hanya kepada dosen, Prof. Budiman juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa Unjani agar terus meningkatkan kualitas pembelajaran. “Saya berharap mahasiswa Unjani dapat belajar dengan lebih baik dan memanfaatkan kesempatan untuk mengembangkan diri,” tuturnya.
Pengukuhan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat posisi Unjani sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul dan kompetitif. Dengan semangat pengabdian dan keilmuan, Prof. Budiman berkomitmen untuk terus berkontribusi bagi kemajuan dunia pendidikan dan kesehatan di Indonesia. (tur)
