JABAR EKSPRES – Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang terus menjamur di luar kawasan resmi Pasar Antri, Cimahi, menuai keluhan dari para pedagang yang berjualan di dalam pasar. Mereka mengaku dirugikan oleh ketimpangan perlakuan dan kurangnya pengawasan terhadap aktivitas jual beli di luar area resmi.
“Kami bayar retribusi harian Rp9 ribu, dulu masih Rp5 ribu sebelum pengelola pasar diganti. Tapi PKL di luar bebas jualan tanpa beban apa-apa. Jelas tidak adil,” ujar Agus (37), pedagang telur yang sudah lama menempati lapak resmi di Pasar Antri, Kamis (5/6).
Menurutnya, selain merugikan dari sisi ekonomi, kondisi ini juga membuat kawasan pasar terlihat semrawut dan mengganggu fungsi pasar sebagai pusat perdagangan yang tertib.
Baca Juga:Promosikan Gaya Hidup Sehat, Sun Life Gelar Hoops+Health 3X3 Basketball ChallengeKedapatan Main Judi, Mantan Kades Tlajung Udik Diciduk Polisi
Di tengah keluhan tersebut, para pedagang juga mencatat adanya fluktuasi harga komoditas, terutama menjelang momen keagamaan. Harga telur negeri, misalnya, kini berada di kisaran Rp27 ribu hingga Rp28 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya Rp26 ribu. Sementara telur bebek melonjak dari Rp2 ribu menjadi Rp3 ribu per butir.
“Paling ramai itu tetap waktu Idul Fitri. Kalau sekarang-sekarang, naik turunnya harga tergantung stok di pasar,” tambah Agus.
Hal senada disampaikan (44), pedagang ayam potong. Ia menyebut bahwa penjualan ayam lebih ramai saat Lebaran dibanding menjelang Idul Adha.
“Harga ayam negeri sekarang stabil di Rp33 ribu per kilogram. Tapi dari sisi pembeli, memang lebih ramai pas Lebaran kemarin,” jelasnya.
Sementara itu, Heri (35), pedagang cabai atau cengek, menyebut harga cabai domba kualitas super melonjak dari Rp40 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram. Kenaikan harga ini lebih dipengaruhi oleh faktor cuaca dan hasil panen ketimbang momen-momen besar.
“Kalau panen susah, pasti naik. Bukan karena lebaran atau hari raya lainnya,” kata Heri. Ia menjelaskan bahwa pasokan cabai di Pasar Antri berasal dari berbagai daerah seperti Cimahi, Cihanjuang, dan Ciwidey, yang dikirim secara rutin oleh para bandar.
Di tengah kondisi harga yang fluktuatif dan tren belanja yang bergantung pada momen tertentu, para pedagang sepakat bahwa keberadaan PKL di luar pasar justru memperburuk fungsi utama pasar.
