JABAR EKSPRES – Pengerjaan perbaikan longsor di kawasan Stasiun Batutulis, tepatnya di Jalan Saleh Danasasmita, Kecamatan Bogor Selatan beberapa waktu lalu masih terkatung-katung.
Pasalnya peristiwa yang terjadi Selasa (4/3) itu berdampak terputusnya akses utama menuju Stasiun Batutulis dan kawasan selatan Kota Bogor hingga perbatasan Sukabumi.
Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendesak Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk mempercepat penanganan.
Baca Juga:Polres Banjar Panen Jagung, Dongkrak Ekonomi dan Ketahanan PanganKadis LH Cimahi: Mikroplastik Ancam Generasi Muda, Gaya Hidup Instan Perparah Masalah
Desakan itu disampaikan Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, saat mendampingi Dirjen Perkeretaapian Kemenhub, Allan Tandiono meninjau lokasi longsor Jalan Saleh Danasasmita Batutulis, Rabu (4/6).
Hingga hari ini, pengerjaan perbaikan longsor turap yang mengarah ke underpass belum selesai. Sehingga rencana Pemkot Bogor untuk membangun akses sementara di jalur tersebut belum bisa terlaksana.
“Kami butuh percepatan. Pemkot hari ini tidak bisa apa-apa, bahkan untuk membangun jembatan sementara untuk dilintasi roda dua. Karena turap dan tanah itu belum diperbaiki yang itu memang tanggung jawab Balai Teknik Perekeretaapian wilayah 1 Jabar,” kata Jenal Mutaqin dikutip Kamis (5/6).
Dia menyebut, bahwa Dirjen Perkeretaapian menyanggupi dua bulan pengerjaan perbaikan. Namun, sambung Jenal, pihaknya kembali menegaskan bahwa lebih cepat pengerjaan lebih baik.
“Ada warga juga yang menyampaikan keluhannya terutama saat ada yang sakit. Itu mereka sulit ambulans masuk dan seolah-olah terisolir,” ungkapnya.
Menurutnya, percepatan yang bisa dilakukan, atas dasar perencanaan DED, timeline yang jelas, dan kajian. Semua itu pun diharapkan juga diketahui oleh Pemkot Bogor.
“Tadinya hari ini mau bangun jalan untuk akses motor. Minimal yang terisolir ini tidak lewat jalan underpass yang tadi kita lihat kondisi turapnya menghawatirkan. Lagi-lagi benturan dengan skema yang akan dilakukan oleh pihak KAI yang memang itu akan lakukan pekerjaan,” beber Jenal.
Baca Juga:Jelang Idul Adha, Dishub Cimahi Periksa Kelayakan Angkutan Umum dan BarangNGERI! Driver Ojol di Cangkuang Dianiaya OTK Pakai Tang, Pelaku Berhasil Ditangkap
Bahkan muncul opsi untuk melakukan pengerjaan di waktu yang sama. Sementara Balai Teknik Perkeretaapian melakukan pekerjaan di sisi satu, Pemkot Bogor mengerjakan di sisi lainnya.
“Jembatan sementara untuk motor kita siap, trase baru jangka panjangnya kita juga siap. Sekarang warga sehari-hari butuh akses dan tidak bisa ditunda. Mereka harus aktivitas, ke sekolah, ke pasar dan lain-lain,” geram Jenal. (YUD)
