Lee Jae Myung Dilantik Jadi Presiden Korea Selatan Gantikan Yoon Suk Yeol

lee jae myung
Lee Jae Myung (SUMBER FOTO: X/PopBase)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Lee Jae Myung resmi dilantik sebagai Presiden Korea Selatan pada Rabu, 4 Juni 2025, setelah meraih kemenangan dalam pemilihan presiden dan menggantikan Yoon Suk Yeol yang diberhentikan dari jabatannya.

Dalam pidato pelantikannya, Lee Jae Myung menyatakan tekadnya untuk menjalankan amanah dengan sepenuh hati dan komitmen yang tidak tergoyahkan. Politikus Partai Demokrat berusia 60 tahun ini sebelumnya pernah kalah tipis dari Yoon pada pemilu tahun 2022.

“Saya akan menjalankan amanah ini dengan komitmen teguh dan tanpa menyimpang,” ujar Lee.

Baca Juga:Kurs Dolar AS Hari Ini Melemahkan Rupiah, Tembus Rp16.309 per USDHujan Monsun Rusak Ribuan Rumah Pengungsi Rohingya di Bangladesh

Kemenangan Lee diumumkan oleh media lokal pada Selasa malam, 3 Juni 2025, hanya sehari sebelum pelantikannya. Kursi kepresidenan Korea Selatan sendiri sempat kosong sejak 4 April 2025, setelah Mahkamah Konstitusi memberhentikan Yoon Suk Yeol akibat pemakzulan oleh parlemen.

Dalam pernyataan politiknya, Presiden Lee menyampaikan sejumlah prioritas yang akan dijalankan di masa pemerintahannya. Ia berkomitmen memperketat regulasi terkait status darurat militer, memperkuat sektor usaha kecil, dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, Lee Jae Myung menegaskan akan mempererat kerja sama strategis dengan Amerika Serikat dan Jepang guna menghadapi ancaman dari Korea Utara. Namun di saat yang sama, ia membuka kemungkinan untuk meningkatkan hubungan diplomatik dengan China dan Rusia.

Terkait isu sensitif seperti sengketa wilayah dan buruh masa perang, Lee Jae Myung tetap bersikap tegas terhadap Jepang. Meski demikian, ia menyebut Jepang sebagai mitra penting dan bertekad memperluas kerja sama ekonomi dengan negara tersebut.

Berdasarkan data dari Komisi Pemilihan Nasional, Lee Jae Myung memperoleh 49,42 persen suara, mengungguli rivalnya dari Partai Kekuatan Rakyat, Kim Moon Soo, yang mendapatkan 41,15 persen suara. Partisipasi pemilih mencapai 79,4 persen dari total 44 juta pemilih terdaftar, angka tertinggi dalam hampir tiga dekade terakhir.*

0 Komentar