Lewat Ramadhan Expo 2026, Pemkot Harapkan Alun-alun Cimahi Jadi Pusat Aktivitas Ekonomi

Lewat Ramadhan Expo 2026, Pemkot Harapkan Alun-alun Cimahi Jadi Pusat Aktivitas Ekonomi
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhistira bersama dengan Rikcy Teddy, Bassist Grup Musik Legendaris Indonesia asal Cimahi, Jamrud saat Berkeliling di Kawasan Ramadhan Expo ke-3 di Kawasan Alun-alun (Mong)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Cimahi menegaskan komitmennya menjadikan kawasan alun-alun sebagai ruang publik yang hidup, produktif, dan berdaya dorong ekonomi.

Momentum Ramadhan Expo ke-3 tahun 2026 dimanfaatkan sebagai penanda penting bahwa pusat kota tidak hanya berfungsi simbolik, tetapi juga menjadi ruang sosial dan ekonomi yang aktif, bahkan di bulan suci.

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudistira menyambut positif Ramadhan Expo 2026 yang digelar di kawasan alun-alun, jantung Kota Cimahi.

Baca Juga:Diduga Konsleting Listrik, Gudang Rongsok di Citeureup Cimahi Dilalap ApiDiskominfo Cimahi Perkuat Kemitraan KIM 2026, Fokus Lawan Hoaks dan Perluas Informasi Publik 

Ia menilai, alun-alun bukan sekadar ruang terbuka, melainkan bagian dari memori kolektif warga yang harus terus dihidupkan dengan kegiatan berkelanjutan.

Adhitia menekankan pentingnya konsistensi aktivitas di kawasan tersebut agar geliat ekonomi kreatif tidak bersifat musiman.

“Ke depan, di seputaran alun-alun ini harus terus ada kegiatan, harus terus ada atraksi dan harus terus ada geliat ekonomi yang mencirikan Kota Cimahi ini adalah kota yang kreatif, kota yang inovatif,” ujarnya, Sabtu (28/2/26).

Menurutnya, penyempurnaan infrastruktur alun-alun, termasuk konversi jalur kendaraan menjadi kawasan pedestrian, harus diiringi dengan aktivitas yang membuat ruang publik benar-benar hidup.

“Alun-alun ini sudah disempurnakan seperti jalannya sudah dikonversi menjadi pedestrian ya harus hidup dan harus atraktif,” kata Adhitia.

Ia juga mengaitkan vitalitas ruang publik dengan kualitas kebahagiaan kota. Kota yang baik, lanjutnya, tercermin dari alun-alun yang aktif dan dipenuhi interaksi sosial.

“Kalau kota nya sudah atraktif, ciri kota yang bagus atau index kebahagiaannya bagus atau kota yang happy adalah kota yang hidup alun-alunnya seperti ini,” ungkapnya.

Baca Juga:Kredit UMKM Bisa Tumbuh Pesat dengan Perbaikan Tiga Sektor Utama Menaker Pastikan Bonus Hari Raya Ojol Diumumkan Bersamaan dengan THR

“Di sini banyak sekali kehidupan, aktivitas yang tentu menjadi ciri bahwa Kota Cimahi ini adalah kota yang hidup walaupun di bulan Ramadan,” sambung Adhitia.

Lebih lanjut ia menegaskan, tantangan ke depan adalah menjaga keberlanjutan aktivitas tersebut, tidak hanya terbatas pada Ramadan.Ia berharap sebelas bulan lainnya juga diisi dengan kegiatan yang menjadikan alun-alun sebagai pusat pergerakan warga.

“Dengan adanya kegiatan seperti ini, dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan membuat Kota Cimahi menjadi lebih baik,” ujarnya.

Dalam konteks pembangunan kota, Adhitia menaruh harapan besar pada penguatan karakter Cimahi sebagai kota yang atraktif dan berorientasi pada kualitas hidup.

0 Komentar