JABAR EKSPRES – Menjelang datangnya bulan Dzulhijjah, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah sunnah, salah satunya dengan melaksanakan puasa Tarwiyah dan puasa Arafah.
Kedua puasa ini memiliki keutamaan luar biasa dan termasuk amalan yang sangat dianjurkan bagi umat Muslim, khususnya yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.
Kapan Puasa Tarwiyah dan Arafah Dilaksanakan?
-Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada 8 Dzulhijjah.
-Puasa Arafah dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah, sehari sebelum Idul Adha.
Baca Juga:Ini Dia 7 Tanaman Hias Pembawa Rezeki Berlimpah Menurut Feng Shui, Apakah Ada di Rumah Kamu?Daftar Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: Update Harga Antam, UBS, Galeri24 pada 3 Juni 2025
Kedua puasa ini sunnah hukumnya bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji, sedangkan menurut pendapat Imam Nawawi, makruh melaksanakannya bagi jamaah haji yang berada di Arafah karena dikhawatirkan dapat melemahkan fisik saat wukuf.
Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah
Keutamaan dua puasa ini disebutkan dalam berbagai hadits Rasulullah SAW.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas dan Ibnun Najjar, Rasulullah bersabda:
“Puasa hari Tarwiyah dapat menghapus dosa setahun, dan puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun.” (HR Ibnu Abbas dan Ibnun Najjar)
Lebih lanjut, Ustadz Sunnatullah dari Pondok Pesantren Al-Hikmah Darussalam menjelaskan, puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang, sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Abdurrauf al-Munawi dalam kitab Faidul Qadir.
Namun, menurut mayoritas ulama termasuk Imam An-Nawawi, yang dimaksud dalam hadits ini adalah dosa-dosa kecil. Adapun dosa besar tetap membutuhkan taubat nasuha.
Keutamaan lain dari puasa Arafah adalah dibebaskannya seorang hamba dari api neraka. Dalam hadits shahih riwayat Muslim disebutkan:
Baca Juga:Update Harga Emas Antam Hari ini Naik Tinggi Rp35.000 Jadi Rp1.940.000 per GramAkhirnya Taylor Swift Berhasil Rebut 6 Album Master Lamanya Menjadi Hak Milik Penuh
“Tidak ada hari di mana Allah lebih banyak membebaskan hamba dari neraka daripada Hari Arafah. Allah mendekat dan membanggakan mereka di hadapan para malaikat.”
Lafal Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah
Niat puasa dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar. Namun, jika lupa, boleh diniatkan pada pagi hari sebelum waktu zuhur selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.
Niat Puasa Tarwiyah (Malam Hari):
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.
Niat Puasa Arafah (Malam Hari):
