Jelang Idul Adha, Pemkot Bandung Imbau Gunakan RPH dan Kurangi Pemakaian Plastik 

Petugas DKPP memeriksa kesehatan hewan kurban kambing di Pussenkav, Jalan Salak, Kota Bandung, Selasa (3/6). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Petugas DKPP memeriksa kesehatan hewan kurban kambing di Pussenkav, Jalan Salak, Kota Bandung, Selasa (3/6). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengimbau, masyarakat memanfaatkan Rumah Potong Hewan (RPH) dalam pelaksanaan kurban Idul Adha 1446 H.

Hal ini disampaikan saat meninjau lokasi pemeriksaan ante mortem hewan kurban di Pussenkav.

Dia menjelaskan, terdapat dua RPH milik pemerintah tersedia di wilayah Ciroyom dan Cisaranten. Selain itu, terdapat pula RPH swasta yang dapat diakses oleh masyarakat.

Baca Juga:Bukan Hanya Revitalisasi, Pedagang Pasar Cihaurgeulis Keluhkan Masalah LainnyaDedi Mulyadi Viral, Birokrasi Mandek: Publik Masih Ragukan Pemprov Jabar

“Kalau sibuk atau tidak siap memotong sendiri, lebih baik serahkan ke RPH. Silakan daftar mulai hari ini, bisa secara daring lewat akun Instagram DKPP Kota Bandung atau langsung datang,” kata Farhan di lokasi, Selasa (3/6).

Dia menambahkan bahwa para pemotong hewan harus memiliki sertifikat kompetensi untuk menghindari kesalahan penanganan, baik terhadap hewan maupun limbah pascapemotongan.

“Hewan yang stres sebelum dipotong bisa membahayakan diri dan orang sekitarnya. Harus ditangani oleh tenaga terlatih,” ujarnya.

Farhan juga menyoroti persoalan lingkungan, khususnya penggunaan plastik sebagai pembungkus daging kurban. Lantas dirinya menyarankan penggunaan plastik dikaji ulang dan bila tetap digunakan, plastiknya harus dapat didaur ulang.

“Jujur saja, saat ini sampah plastik justru lebih mudah dikelola daripada sampah organik. Tapi tetap harus kita kontrol,” katanya.

Ia menunjuk Pasar Gedebage sebagai contoh lokasi yang telah memiliki sistem pengolahan sampah organik dan dapat dijadikan percontohan bagi lokasi pemotongan lainnya.

Meski angka penjualan hewan kurban belum menyamai tahun lalu yang menembus 16.000 ekor hingga hari Tasyrik, Farhan menyebut kualitas hewan tahun ini lebih baik. Ia optimistis angka penjualan akan meningkat dalam enam hari ke depan.

Baca Juga:Didakwa Pasal 2 dan 3 UU Tipikor, Eks Pengelola Bandung Zoo Jalani Sidang PerdanaBupati Bogor Lantik Pejabat Eselon II Malam Ini:  Masih Orang Lama

Dia menyebut daerah asal hewan kurban antara lain Garut, Tasikmalaya, dan sekitarnya, serta mulai tumbuhnya peternakan domba oleh warga Kota Bandung sendiri.

“Dari para pedagang juga terlihat ada peningkatan minat beli. Beberapa sudah mulai jualan lebih awal dibanding tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya.

0 Komentar