“Banyak juga mahasiswa, organisasi, dan para donatur yang sudah datang dan berkegiatan atau mengundang kami,” ujar Susan bangga.
Meski demikian, Susan mengaku belum merasakan perhatian langsung dari pemerintah untuk mendukung kesejahteraannya sebagai relawan.
“Soal itu kurang tahu, belum ada yang merhatiin. Dan gak berharap ke situ sih. Karena sejauh ini aku buat bayar kuliah pun cari dan nabung dari hasil freelance aku jadi MC, bantu orang, Duta Marketing, On Duty, dan yang lainnya,” ungkap Susan sambil tersenyum.
Baca Juga:Lapas Subang Panen 12 Ton GabahTantangan Pengelolaan Sampah di Desa Sariwangi, Bisa Senasib dengan Sarimukti?
Gadis berparas ayu itu menambahkan, bantuan yang ia dan anak-anak binaannya terima justru banyak berasal dari individu-individu yang mengenalnya secara personal dan memahami perjuangannya.
“Beliau-beliau banyak membantu ke aku dan anak-anak,” katanya penuh rasa syukur.
*Rela Menunda Kuliah Demi Anak-Anak*
Menjadi relawan penuh waktu tak selalu berjalan mulus. Susan mengakui pernah merasa lelah hingga harus menunda kuliahnya karena kesibukan mengurus anak-anak binaannya. Namun, semangatnya tak pernah padam.
“Saking sibuknya sama kegiatan sosial, sampai lupa melanjutkan pendidikan. Tapi akhirnya sadar bahwa pendidikan itu penting. Aku nabung, dan alhamdulillah sekarang bisa kuliah,” katanya, penuh kebanggaan.
Susan menyadari bahwa di dunia sosial, tidak ada gaji tetap. Namun semangat memberi dan mendidik membuatnya bertahan. Ia terus bergerak, mencari penghasilan sendiri untuk bertahan hidup dan membantu keluarganya di rumah.
Pengakuan dan Prestasi
Meski usianya masih muda, Susan telah mengukir berbagai prestasi yang membanggakan. Ia tercatat sebagai Relawan Sosial Bersertifikat dari Kemensos RI untuk periode 2022–2027.
Ia juga menjadi Cimahi Military Heritage Ambassador 2025 Batch 2, serta memegang sertifikasi BNSP sebagai pemandu wisata, dan masih banyak lagi pencapaian lainnya yang membuktikan bahwa kontribusinya bukan hal sepele.
Baca Juga:Bupati Bogor Resmikan Vinus Empowerment Space, Wadah Baru bagi Generasi Muda KreatifMenilik Pameran Nasional Cat Air ‘Aku Indonesia’ di Kota Bandung
Ketika ditanya sejak kapan dirinya mulai menjadi relawan, Susan menjawab dengan rendah hati,
“Sejak 2020 mulai belajar, betulnya Februari 2021. Tidak tahu awalnya, hanya membantu saja,” kata Susan.
Namun dari ketidaksengajaan itu, kini Susan menjelma sebagai figur muda inspiratif yang konsisten hadir untuk masyarakat. Ia tak hanya membina, tetapi juga membentuk karakter anak-anak jalanan untuk memiliki masa depan yang lebih baik.
