Lapas Subang Panen 12 Ton Gabah

Lapas Subang Panen 12 Ton Gabah
Lapas Subang Panen 12 Ton Gabah
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Langkah yang dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Subang ini patut ditiru. Pihaknya turut mengupayakan ketahanan pangan.

Caranya adalah dengan mengelola sekitar 2,3 hektar lahan kosong. Lahan itu kemudian diolah dan ditanami padi.

Hasilnya juga tidak kaleng – kaleng. Total ada sekitar 12 ton gabah berhasil dipanen dari lahan tersebut.

Baca Juga:Tantangan Pengelolaan Sampah di Desa Sariwangi, Bisa Senasib dengan Sarimukti?Bupati Bogor Resmikan Vinus Empowerment Space, Wadah Baru bagi Generasi Muda Kreatif

Gabah hasil panen itu tentu bisa menjadi bahan kebutuhan pokok. Utamanya untuk operasional dapur Lapas juga. “Ini bukti nyata. Bahwa Lapas bisa menjadi tempat produktif dan bermanfaat,” kata Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), Mashudi yang ikut panen, Sabtu (31/5).

Langkah itu merupakan bagian dari pelaksanaan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Semangatnya mendorong Lapas agar tidak hanya menjadi tempat menjalani hukuman, tetapi juga pusat pelatihan dan pembinaan. Ujungnya adalah ikut berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional.

Selain bertani, Lapas Subang juga mengelola kolam ikan. Hari itu juga telah ditebar sekitar 80.000 benih ikan nila. Nantinya, perawatan ikan juga bakal dilakukan warga binaan.

Mereka bisa mengisi waktu keseharianya dari dalam lapas dengan merawat ikan. Mulai dari pembenihan, memberi makan,hingga nanti panen.

Selain untuk ketahanan pangan, kegiatan bertani atau kelola kolam ikan itu juga bisa menjadi modal bagi warga binaan. Artinya mereka mendapat keterampilan yang nanti bisa digunakan saat kembali ke masyarakat.

Hasil panen itu juga menjadi bukti bahwa hadirnya pembinaan di balik dinginnya tembok lapas. Warga binaan memang tengah menjalani masa tahanan. Namun dalam perjalanan itu mereka juga dibina.(son)

0 Komentar