JABAR EKSPRES – Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih memfinalisasi skema teknis penyaluran beasiswa bagi mahasiswa jurusan teknik (engineering). Program ini merupakan tindak lanjut dari gagasan yang sempat disampaikan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, dalam upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei lalu.
Dalam penyampaiannya, Dedi menyebutkan bahwa salah satu syarat penerima beasiswa adalah mengikuti pendidikan militer atau Sekolah Kebangsaan selama satu bulan. “Tujuannya agar mereka tidak hanya unggul secara akademik, tapi juga memiliki jiwa nasionalisme yang kuat,” ujar Dedi.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan Jabar, Deden Saepul Hidayat, menjelaskan bahwa pelaksanaan program beasiswa tersebut berada di bawah kewenangan Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra). “Anggaran program ini tidak dikelola oleh kami, tetapi oleh Biro Kesra,” jelas Deden.
Baca Juga:MUI Kota Banjar Periode 2025-2030 Resmi DikukuhkanPerbanusa Soroti Drainase dan Sampah di Desa Sariwangi
Namun demikian, Deden menegaskan bahwa persyaratan pendidikan karakter seperti Sekolah Kebangsaan bertujuan membentuk kepribadian para calon penerima beasiswa. “Niat baiknya adalah membekali penerima beasiswa dengan karakter yang kuat. Bahkan siswa berprestasi atau yang aktif dalam OSIS pun akan dilibatkan dalam program sekolah kebangsaan ini,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Biro Kesra Jabar, Andrie Kustria Wardana, mengungkapkan bahwa pembahasan teknis terkait pelaksanaan program masih berlangsung, sehingga belum bisa disampaikan secara rinci. “Kami memang mengalokasikan anggaran untuk mencetak para calon insinyur, tapi teknis pelaksanaannya masih dalam tahap pembahasan,” ujarnya, Jumat (30/5). (SON)
