“Yang berangkat hari ini yang termuda usianya 19 tahun, dan yang tertua 91 tahun. Ini membuat saya merinding, takdir Allah. Siapa tahu yang menemukan antara usia 19 tahun dan 91 tahun sebuah kebetulan yang bermakna. Kita doakan, mudah-mudahan bapak ibu yang berangkat sekarang InsyaAllah selamat sampai tujuan dan kembali ke rumah di Kota Cimahi,” ujarnya haru.
Ngatiyana juga menyoroti antusiasme tinggi warga Kota Cimahi dalam menunaikan ibadah haji, meski harus menunggu bertahun-tahun dalam antrean panjang.
“Saya merasa bangga sebagai Pemerintah Kota Cimahi, karena masyarakat banyak yang mendaftar untuk melaksanakan ibadah haji. Alhamdulillah, menunjukkan bahwa Cimahi adalah kota yang agamis. Dengan dasar itu, mudah-mudahan Cimahi menjadi kota yang hijau, sejuk, aman, dan religius,” tuturnya.
Baca Juga:100 Hari Kepemimpinan Farhan-Erwin: Masalah Sampah di Bandung Mulai TerkendaliDampak 100 Hari Kerja Wali Kota Bandung, Walhi Jabar Sebut Belum Terlihat dalam Penanganan Sampah
Lebih lanjut, ia menilai tingginya jumlah warga Cimahi yang mampu menunaikan ibadah haji dan umrah sebagai salah satu indikator positif pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut.
“Tingkat ekonomi Kota Cimahi berarti meningkat. Salah satunya ditandai dengan banyaknya masyarakat Kota Cimahi yang naik haji dan juga melaksanakan umrah di tanah suci,” pungkasnya. (Mong)
