Pelestarian Alam dan Budaya: 2.000 Pohon Aren Ditanam di Kampung Adat Kuta Ciamis

2.000 bibit pohon aren di Kampung Adat Kuta, Desa Karangpaningal, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk pelestarian lingkungan, tetapi juga memperkuat potensi ekonomi dan budaya masyarakat
2.000 bibit pohon aren di Kampung Adat Kuta, Desa Karangpaningal, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk pelestarian lingkungan, tetapi juga memperkuat potensi ekonomi dan budaya masyarakat
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, Hj. Tina Wiryawati, SH, MM, turut berpartisipasi dalam kegiatan penanaman 2.000 bibit pohon aren di Kampung Adat Kuta, Desa Karangpaningal, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk pelestarian lingkungan, tetapi juga memperkuat potensi ekonomi dan budaya masyarakat setempat.

Dalam acara tersebut, Tina Wiryawati terlihat antusias berinteraksi dengan warga, bahkan ikut memainkan kesenian tradisional Gondang Buhun yang menjadi ciri khas Kampung Adat Kuta. Kesenian ini memadukan ketukan lesung kayu yang dahulu digunakan untuk menumbuk padi dengan syair lagu tradisional. Gondang Buhun, yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia pada 2018, biasanya dimainkan oleh perempuan dalam upacara adat Nyuguh setiap 25 Shafar.

Tina tidak hanya berbaur dengan pemain Gondang Buhun, tetapi juga memberikan apresiasi berupa uang kadeudeuh (pemberian simbolis) sebagai dukungan terhadap pelestarian budaya. Ia menegaskan, kegiatan penanaman pohon aren ini sejalan dengan upaya menjaga kearifan lokal sekaligus membuka peluang ekonomi.

Baca Juga:Pesan Jenal Mutaqin untuk ASN Pemkot Bogor Jelang 100 Hari KerjaKawal Putusan, Forum Dago Melawan Desak PTUN Putuskan Secara Adil Gugatan Mafia Tanah

“Pohon aren bisa menjadi sumber penghasilan melalui produksi gula aren, kolang-kaling, dan produk turunan lainnya. Ini adalah langkah konkret untuk pemberdayaan masyarakat, terutama perempuan, dalam mengembangkan UMKM berbasis potensi lokal,” ujar Tina, Rabu (28/5/2025).

Ia juga mengajak masyarakat menanamkan kecintaan pada lingkungan sejak dini. “Ajak anak-anak menanam pohon di pekarangan, seperti cabai atau mangga. Selain menjaga alam, ini juga membentuk karakter peduli lingkungan,” pesannya.

Legislator Daerah Pemilihan Jabar XIII (Kuningan, Ciamis, Banjar, Pangandaran) ini juga menyatakan komitmennya untuk menggandeng pihak terkait guna memperluas program serupa ke wilayah lain. Saat ini, pihaknya sedang mengupayakan bantuan dana (grant) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH).

Program penanaman ini merupakan bagian dari inisiatif nasional Indonesia’s FOLU (Forestry and Other Land Use) Net Sink 2030, yang bertujuan mengurangi emisi karbon melalui rehabilitasi hutan dan lahan. Selain melibatkan KLHK, kegiatan ini didukung Kementerian Kehutanan RI dan pemerintah daerah.

0 Komentar