Review iQOO Z10 Indonesia: Baterai Jumbo 7300 mAh, Tapi Performa Biasa Saja?

Review iQOO Z10 Indonesia
0 Komentar

Dapur Pacu

Sebagai catatan, iQOO Z10 dibekali prosesor Snapdragon 7s Gen 3, bukan Snapdragon 7 Gen 3 maupun Snapdragon 7 Gen 4 seperti yang sempat diharapkan sebagian pengguna.

Bagi yang belum mengetahui, Snapdragon 7s Gen 3 merupakan versi downgrade dari lini Snapdragon 7 Series. Oleh karena itu, performanya tidak seimpresif yang dibayangkan oleh banyak pihak. Menariknya, varian iQOO Z10 yang dipasarkan di India ternyata sama persis dengan yang masuk ke Indonesia. Artinya, tidak ada harapan mendapatkan versi dengan spesifikasi lebih tinggi di pasar lokal.

Kekecewaan pun muncul, terutama karena banyak yang berharap iQOO akan langsung menggunakan Snapdragon 7 Gen 4—mengingat ekspektasi terhadap perangkat ini sudah sangat tinggi sejak awal.

Baca Juga:Membongkar Skema Ponzi di Balik Aplikasi Rinck dan AMVCatat! 6 Uang Kuno Ini Bisa Dijual Harga Fantastis Suatu Saat Nanti

iQOO menyediakan beberapa pilihan konfigurasi memori, yakni 8 GB/256 GB, 12 GB/256 GB, dan 12 GB/512 GB. Pilihan ini sangat cocok bagi pengguna yang kerap menjalankan aplikasi berat atau menyimpan file berukuran besar.

Dari sisi perangkat lunak, iQOO Z10 akan langsung menjalankan Android 15 dengan antarmuka FunTouch OS 15. iQOO juga menjanjikan tiga kali pembaruan sistem operasi Android dan empat kali pembaruan keamanan, menjadikannya salah satu merek dengan dukungan perangkat lunak terpanjang di kelas menengah.

Kamera

iQOO Z10 kembali menarik perhatian pasar dengan peningkatan pada sektor kamera, meskipun terdapat beberapa kompromi yang mungkin tidak disukai oleh sebagian pengguna. Kamera utamanya menggunakan sensor Sony LYT-600 beresolusi 50 MP dengan dukungan OIS, serta didampingi oleh kamera sekunder 2 MP. Di bagian depan, tersedia kamera swafoto dengan resolusi 32 MP.

Sayangnya, ketiadaan lensa ultrawide menjadi salah satu kekurangan utama. Meskipun hasil fotonya diklaim lebih baik dari generasi sebelumnya, kemampuan perekaman video pada kamera depan terbatas hingga resolusi Full HD+, sementara kamera belakang mampu merekam hingga resolusi 4K pada 30 fps. Bagi pembuat konten yang mengandalkan kamera depan berkualitas tinggi, keterbatasan ini tentu menjadi catatan negatif.

Keputusan iQOO untuk hanya menyematkan kamera depth 2 MP juga dirasa kurang maksimal, mengingat kebutuhan fotografi pengguna masa kini yang semakin beragam.

0 Komentar