JABAR EKSPRES – Dirjen Bea dan Cukai Kemenkeu Djaka Budi Utama mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memerintahkannya untuk memimpin Ditjen Bea dan Cukai dengan fokus pada penerimaan negara sesuai target dan pencegahan penyelundupan di pelabuhan-pelabuhan gelap.
Pernyataan tersebut disampaikan Djaka saat ditemui awak media setelah mengikuti Konferensi Pers Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) KiTA Edisi Mei 2025 di Jakarta.
“Saya diperintahkan oleh Pak Prabowo untuk memastikan bahwa ataupun mengawal Bea Cukai, mengawal penerimaan negara sesuai dengan yang ditargetkan oleh pemerintah, itu saja,” kata Djaka.
Baca Juga:Mempertanyakan ‘Aksi Nyata’ Pemkot Bandung Soal Pemenuhan Hak Penyandang DisabilitasDewan Cimahi Tekankan Pemetaan Budaya dan Ruang Ekspresi
“Yang pasti kan banyak lubang-lubang ini apa namanya, Pelabuhan-pelabuhan gelap yang mungkin perlu dikoordinasikan dengan teman-teman di TNI maupun kepolisian, sehingga mungkin salah satu ininya adalah memastikan tidak ada penyelundupan atau berkurangnya penyelundupan-penyelundupan sehingga penerimaan negara bisa sesuai dengan target,” pungkasnya.
Djaka berharap dapat mencapai target penerimaan negara yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama dengan aparat penegak hukum untuk mencegah penyelundupan dan meningkatkan penerimaan negara.
Dalam keputusan itu, Letjen Djaka Budhi Utama resmi menjadi Dirjen Bea Cukai menggantikan Askolani dan Bimo Wijayanto menjadi Dirjen Pajak menggantikan Suryo Utomo.
Pelantikan juga digelar di Gedung Djuanda I Kemenkeu, Jakarta Pusat, sebanyak 22 orang menduduki posisi penting di lingkungan Kemenkeu.
